Follow by Email

Jumat, 27 Januari 2012

The Girl Who’s Moving On


*Backsound: Adele – Someone Like You
Helooooowwww semuaaaaa… Apa kabaaaarrrr?? Yang disana apa tetap semangaaatttt?? :D
Betapa gue merindukan nulis, tapi apa daya, sibuk luar biasa. Ya, Puji Tuhan, udah 2 minggu ini posisi gue di kantor naik, dipercayain untuk jadi Team Leader. Emang sih masih probation, tapi cukuplah bikin gue migrain tiap hari.
Bahkan melupakan bahwa “obat” gue adalah nulis. Untung sekarang keinget :D
Emmm… ada yang ngerasa post gue berkurang? :D hehehe… gue terpaksa ngapus, karena, eh karena… (yang kepo tanya langsung deh ama gue :D)
Well, mulai aja deh. Berhubung backsound gue lagunya si Adele, pasti udah banyak yang nebak ye. Iye iye, gue baru-baru aja ngerasain perasaan si Adele ini, hati pecah berkeping-keping bagaikan serpihan guci yang pecah (halah, ribet!). Si dia sukses move on, finally found another girl whom he wants to love (for the rest of his life, probably). Gue tau ini pas masih di kantor. Awalnya ngerasa lega (karena ga perlu lagi merasa digantungin terus), kemudian gue ngomong ke temen kantor gue tentang hal itu, sok tegar, eh tapi nangis juga :D Malah nyampe kos gue ‘karaokean’ lagu si Adele ini.
I heard that you settled down
That you found a girl
And you’re DATING now….
(krik… krik.. krik…)
Hey, L. Thanks for this 2-years-almost-love relationship… J .
Nangisnya gue di kantor itu sih ga terhitung parah, cuma beberapa menit. Yang lebih parah pas gue menyadari si L gave up struggling for our love di pertengahan 2011 kemaren. Konyol, gue nangis 4 hari berturut-turut…
Oke, pembenaran gue adalah I used to think that he’s my Mr. Right. Gue pikir L-lah pasangan hidup gue. Gue menghiraukan betapa banyaknya perbedaan di antara kami, tapi L tidak. Too much to be considered. Sehingga setelah 2 tahun, dia memilih untuk menyerah.
Gue ga mau nyalahin dia, karena memang gue yang salah karena terlalu cepat berpikir L si Mister Bener.
Walau gue suka banget sama lirik lagu Someone Like You ini, tapi gue ignored lirik: “Never mind, I’ll find someone like you” dan “Don’t forget me, I beg”. Iya sih, gue pasti bakalan nyari laki yang sebaik dan perhatian kayak dia (better, I hope), tapi ga seperti dia yang ga mau berjuang bersama gue. Dan lirik berikutnya, oh c’mon, ga lucu aja L dating another woman, but still thinking of me? Selingkuh donk namanya, amit-amit dah. Just wish the best for him and his girl.
Sambil ngetik tulisan ini, gue nyengir sendiri. Ga percaya bahwa sosok tomboy kayak gue ini, bisa juga nangis gara-gara cinta. Temen-temen yang tau gue juga ga ada yang percaya :D
Gue yakin, banyak dari kalian yang pernah atau mungkin saat ini sedang ngerasain hal yang sama kayak gue atau bahkan lebih parah. Contohnya, sahabat gue satu kampus. Dia pacaran udah 3 tahun, cinta berat ama si cowo, kemudian putus. Sayangnya sampai sekarang masih cinta sama ex-nya, padahal udah hampir setahun. Jadilah, pas kami bbm-an, beberapa hari setelah mengetahui si L punya pacar, itu  menjadi “ajang” curhat 2 sahabat galau maksimal.
Tapi, ada pada saatnya, setiap orang yang punya masalah apapun, termasuk masalah cinta, akan merasa: sudah saatnya mencari jalan keluar. Dan gue pun akhirnya merasakan itu ketika tadi pagi ngecek recent updates status BBM, dimana 3 orang temen gue yang ga saling mengenal, berjejer kompakan ganti display picture-nya dengan pasangan masing-masing. Bahagia banget pose-nya. Tiba-tiba terlintas di otak gue si L, membayangkan jika foto tersebut adalah L dan pacarnya. Bahagia. L sudah mendapat kebahagiannya. Terus, gue mau terus-terusan galau gara-gara dia?
Saat itu gue mulai tersadar saatnya gue menemukan kebahagiaan gue sendiri. Gue berhak untuk mendapatkan seseorang bersedia menjadi seseorang seperti di lirik Glory of Love by Chicago.
Tonight it's very clear, as we're both lying here,
there's so many things I want to say
I will always love you, I will never leave you alone….
I am the man who would fight for your honor
I’ll be the hero you’re dreaming of
We’ll live forever, knowing together
That we did it all for the glory of love
Gue berhak dapat & cintai laki model ginih kan? J
Jadi, sudahkah memutuskan untuk move on, Hai Galau-ers? :D
Well, post ini gue dedikasikan untuk diri gue sendiri, demi membuang segala rasa yang masih tersisa buat L. Semuanya, tanpa tersisa. Tapi ingin mempunyai bukti bahwa ternyata gue bisa mencintai seseorang dengan tulus dan yakin suatu saat gue mampu mencintai seseorang lagi, my future husband. Post ini buktinya.
Thanks, L. It’s the right time to let you go. I’m moving on….