Follow by Email

Jumat, 30 Maret 2012

Dear Jodohku

 Project #ngeblogramerame #3

------------------------------------------------------------------------------------------------------

Hai kamu, dimanapun kamu berada. Sehatkah?

Jodohku, aku menulis ini supaya kelak, siapapun kamu, bisa berfikir jernih sebelum memilihku.

Kadang, bukan, terlalu sering aku berfikir kapan yah kamu menampakan diri? Apakah kamu pria yang sudah aku kenal? Atau memang saat aku tulis ini, kita belum bertemu? Seandainya Tuhan mau berbaik hati, memberikan kita clue, misalnya ada namaku tertulis di keningmu & hanya aku yang bisa melihat atau sebaliknya, namamu tertulis di dahiku & kamu seorang yang bisa melihat.

Hai kamu, sang pemilik tulang rusukku. Coba kamu ingat-ingat di saat Yang Kuasa mengambil tulang rusukmu untukku. Apakah kamu memberikan label namamu disitu? Jika iya, aku akan segera ke dokter & menyuruhnya membedah serta melihat nama pemilik tulang rusuk ini.

Aku terlalu banyak berkhayal, ya. Well, inilah aku yang penasaran dan tidak sabar ingin bertemu denganmu. Sebenernya kamu ngumpet dimana sih?

Asal kamu tau, Mama sudah berisik, pengen aku menikah paling lama umur 25 tahun. Sekarang aku udah hampir 23. Well, aku kasih kamu waktu waktu 2 tahun untuk kamu memberanikan diri keluar dari persembunyianmu & datang kepadaku! :D

Maaf, dari tadi aku becanda aja. Kali ini, aku serius. Siapapun kamu nantinya, kamu pria luar biasa dalam hidupku. Bahkan, saat aku menulis ini, aku masih sulit percaya akan memiliki sosok sepertimu. Sosok yang bisa menerima keluargaku. Sosok yang mampu menguatkan keyakinanku yang rapuh terhadap pernikahan. Sosok yang sanggup mencintaiku seorang sampai maut memisahkan.

Jodohku, kekasihku. Maaf karena kelak kamu akan kesulitan meyakiniku untuk menjadi pasangan sehidup sematimu. Tapi, aku mohon padamu, jika kamu yakin bahwa aku adalah kebahagiaanmu, jangan menyerah terhadapku. Jadilah keberanianku di saat ketakutanku datang, jadilah terangku di saat kegelapan menyelimutiku.

Please, jangan menyerah terhadapku, meski aku suatu saat membuatmu sebal. Apapun masalah yang kita hadapi, tolong jangan pernah meninggalkanku.

Dan kelak, sampai akhir hayatku, aku tidak akan pernah berhenti berterimakasih padamu. Terima kasih karena berhasil memenangkan kepercayaanku. Terima kasih karena memilihku. Terima kasih atas perjuanganmu. Terima kasih atas cintamu.

Dan selamanya, percayalah,  aku mencintaimu.

Penuh Cinta,

Calon Istrimu, Calon Ibu anak-anakmu

Jumat, 23 Maret 2012

Breakaway


Grew up in a small town
And when the rain would fall down
I'd just stare out my window
Dreamin' of what could be
And if I'd end up happy
I would pray

Trying hard to reach out
But when I tried to speak out
Felt like no one could hear me
Wanted to belong here
But something felt so wrong here
So I pray
I could breakaway

Chorus:

I'll spread my wings, and I'll learn how to fly
I'll do what it takes till I touch the sky
And I'll make a wish, take a chance, make a change
And breakaway
Out of the darkness and into the sun
But I won't forget all the ones that I love
I'll take a risk, take a chance, make a change
And breakaway

Want to feel the warm breeze
Sleep under a palm tree
Feel the rush of the ocean
Get on board a fast train
Travel on a jet plane
Faraway
And breakaway

CHORUS

Buildings with a hundred floors
Swinging 'round revolvin' doors
Maybe I don't know where they take me
But gotta keep movin' on, movin' on
Fly away
Breakaway

I'll spread my wings, and I'll learn how to fly
Though it's not easy to tell you goodbye
I gotta take a risk, take a chance, make a change
And breakaway
Out of the darkness and into the sun
But I won't forget the place I come from
I gotta take a risk, take a chance, make a change
And breakaway
Breakaway
Breakaway

Never give up to reach your happiness.. God never sleep…
Beberapa belas tahun yang silam, ada seorang gadis kecil, tinggal di Duren Sawit, salah satu daerah pinggiran di Jakarta. Walaupun masih kecil, dia sudah cukup cerdas untuk membedakan apa itu bahagia dan apa itu sedih. Bukan sekedar bahagia atau sedih karena tidak atau dibelikan sesuatu yang diinginkan, tetapi lebih dari itu. Bahagia ketika dia bisa berjalan-jalan dengan mama papanya, sedih ketika kedua orangtuanya bertengkar.
Dia tumbuh dengan menyaksikan kedua orangtuanya berantem hebat, berpisah, bersatu, bertengkar lagi, berpisah, bersatu, demikian seterusnya... sehingga akhirnya benar-benar berpisah. Dia dan adiknya  kemudian tinggal dengan sang ayah.
Orang-orang di sekitarnya, termasuk keluarganya sendiri, mengira dia sosok gadis kecil yang tahan banting, tidak terpengaruh dengan perpisahan orangtuanya. Siapa bilang? Pikir gadis kecil itu tiap ada yang ‘memujinya’. Dia tidak akan menangis di depan orang, tapi kalau sendiri? Wah…
Hobinya menyendiri. Dia memang suka berkumpul dengan teman-teman dan para sepupunya. Tapi kalau keluarga besar berkumpul, dia lebih memilih menyendiri karena seseorang. Ada nenek lampir dan suaminya yang merasa paling kaya dan berkuasa, ‘senang’ memojokannya dengan menghina ibunya. Dia tertekan, tapi tidak bisa (atau berani) berbicara kepada siapapun karena si nenek lampir adalah kakak ayahnya. Walhasil, gadis kecil ini juga tumbuh dengan ‘racun-hinaan-kepada-ibunya’ dari si nenek lampir.
Tempat yang paling sering dikunjunginya untuk menyendiri adalah taman-taman sekitar perumahan. Tiap sore dia pergi ke taman yang berbeda, hanya untuk melihat para ibu bermain dengan anak-anaknya. Disana lah dia akan menangis merindukan ibunya.
Suatu kali, saat dia sudah menjadi remaja, untuk pertama kali tangisnya pecah di depan sang ayah, karena rasa kangen terhadap ibunya begitu memuncak. Dia mohon kepada ayahnya untuk bisa bertemu sekali saja dengan ibunya. Walau sudah meraung-raung, ayah tidak mengizinkannya. Justru yang didapatnya sebuah tamparan yang nyaris membuatnya pingsan…
Aku hanya ingin bahagia, Tuhan. Masa tidak boleh?
Dengan tekanan yang bertubi-tubi, dia nyaris putus asa. Tapi, suatu kali saat dia berhasil diam-diam menghubungi ibunya, dia dipesankan untuk tetap berdoa dan berharap. Dia pun berdoa.
Tuhan, kalau memang orangtuaku, aku dan adikku tidak bisa bersatu kembali, tapi izinkan aku  terbebas dari mereka yang menyakitiku dan aku bisa bahagia..
Tuhan tidak tidur. Dia terus berdoa, berharap, tetap mengikuti arus kehidupan yang Tuhan rancangkan untuknya. Dan akhirnya, ketika kesempatan itu datang, dia tidak menyia-nyiakannya. Dia sudah mempertimbangkan baik-buruknya, mengambil semua resiko dengan kembali ke ibunda bersama adiknya, diam-diam meninggalkan Jakarta menuju Medan.
Tuhan maha baik. Sekarang dia merasa jauh lebih baik; ayahnya berubah menjadi sosok yang jauh lebih bertanggung jawab, ibunya masih tetap menjadi sosok yang kuat, adiknya perlahan-lahan hilang dari trauma. Dia? Wah.. saya cuma bisa bilang betapa dia berterima kasih kepada Tuhan dengan hidup yang dijalaninya sekarang. Terlalu banyak yang diberikan Tuhan padanya, bukan hanya terlepas dari cengkraman nenek lampir dan perkembangan baik keluarganya. Tapi lebih dari itu, dia diberikan teman-teman yang mempengaruhinya untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan yang terpenting, menjadi dirinya sendiri.

I'll spread my wings, and I'll learn how to fly
I'll do what it takes till I touch the sky
And I'll make a wish, take a chance, make a change
And breakaway
Out of the darkness and into the sun
But I won't forget all the ones that I love
I'll take a risk, take a chance, make a change
And breakaway..

I am happy now, thank you Lord…

Senin, 19 Maret 2012

Nge-blog Rame-Rame #2; Lagu Itu Kisahku

Selamat malam, pembaca yang budiman... (halaaaahhh :D)

Bagaimana komen tentang post saya di project nge-blog rame-rame jilid pertama kemarin? Semoga pada demen sama tulisan saya.. *malu*

Atau, adakah yang kepo, pengen tau siapa si Harris? Temen-temen gue sih banyak yang penasaran, contohnya mbakyu @rynagiggs. Hihihi... well, just wait and see... ;)

Anyway, minggu ini sudah ada topik terbaru yaitu, Lagu Itu Kisahku. Kami akan memilih satu lagu yang liriknya pas banget sama kisah hidup kami. Sounds interesting?? I hope so. Ironisnya, sampai detik ini, gue belum milih judul lagu apa yang akan jadi bahan gue padahal topik ini dari gue! Terjebak dengan ide sendiri... *tepokjidat*

Mau dibawa kemana #2 ini? Tunggu tanggal mainnya... :))

Jumat, 16 Maret 2012

Ego yang Terluka


Ini kisah yang sampai tahun 2012 ini masih terjadi. Sepertinya, sampai kapanpun pasti bisa terjadi pada siapapun.
Kenalkan, namanya Terra. Gadis menarik walau tidak memiliki paras yang bisa membuat lelaki terpana pada pandangan pertama. Keceriaannya lah yang menjadi nilai tambah dari dirinya. Tidak ada yang bisa menyangka, terutama keluarganya sendiri, karena dia, ketika masih kecil, merupakan sosok tertutup efek dari perceraian orangtuanya.
People change, termasuk Terra. Dia bahkan tidak ragu menyebutkan status sebagai anak broken home ke teman-temannya. Tidak ada satupun temannya yang tidak tahu. Karena dia sudah memutuskan untuk menjadi anak yang lebih tegar demi mencapai kebahagiannya sendiri.
Yang mereka tidak tahu, bahwa itu masih berpengaruh di kehidupan Terra, termasuk percintaannya. Belum pernah pacaran, meski sudah hampir 23 tahun. Status terbaiknya hanya sampai “calon pacar”. Seharusnya dia sudah terbiasa dan malah menerima. Tidak mudah untuk menerima seorang gadis dengan family background yang kurang baik, untuk dijadikan pasangan seorang pria. Well, setidaknya inilah yang terjadi di negara ini. Tapi, ternyata tidak. Terra masih bisa terluka.
Sang oknum bernama Harris. Mereka berkenalan tahun 2008 silam di sebuah cafe. Saat itu Harris bersama temannya, sementara Terra sedang nonbar bola bersama teman-teman satu komunitasnya ketika masih tinggal di Medan. Di pertemuan pertama itu tidak ada hal terjadi, walau Terra menyadari Harris begitu menarik. Begitu juga pertemuan-pertemuan selanjutnya yang terjadi tepat setelah Harris ikut bergabung di komunitas fans sepakbola Terra. Tetap tidak ada perasaan apapun. Bahkan setelah Harris bekerja di Jakarta, perasaan itu tetap tidak datang.
Pertengahan 2009, Semesta mengizinkan mereka bertemu, saat Terra bermain ke Jakarta, sebulan sebelum rencana kedatangan MU, klub bola favoritnya. Tiba-tiba saja Harris menghubunginya, sms lebih tepatnya.
"Aku lihat di FB, kamu di Jakarta, Dek." Kata Harris di sms.
Mulai saat itu, mereka rajin komunikasi. Tepatnya Harris yang mulai mengajak komunikasi, misal sms di pagi hari hanya mengucapkan selamat pagi ditambah sepenggal ayat dari Alkitab, lalu ditutup dengan: GBU. Atau sms selamat tidur yang begitu manis.
Terra tidak bodoh. Dengan cepat dia menyadari bahwa Harris tertarik padanya. Dan Terra hanya gadis normal pada umumnya, yang otomatis terpesona dengan kata-kata manis seperti itu. Tapi, sekali lagi, Terra gadis pintar. Belajar dari pengalamannya selama ini, dia tidak mau berharap terlalu banyak. Jadi, dia hanya memutuskan mengikuti angin cinta Harris. Termasuk ketika Harris mengajak dinner.
Saat itu hari Jumat, hari dimana mereka janjian dinner di sebuah cafe kawasan Tebet.
"Aku pulang kantor jam 5. Kita bertemu jam 6 ya?" begitu isi pesan singkat dari Harris..
Sesuai waktu yang ditentukan, mereka pun bertemu. Oke, Terra telat sedikit. Harris sudah menunggunya.
"Apa kabar?" Harris tersenyum sumringah, menyalami Terra.
Terra membalas senyumannya. Dalam hati merasa puas dengan penampilannya yang casual, kaus MU dipadu jeans. Dia memang tomboy. Sempat dia mempertimbangkan untuk tampil lebih feminin karena berfikir Harris akan berpakaian layaknya orang baru pulang kantor. Ternyata tidak. Harris datang dengan T-shirt dipadu celana jeans pendek, sendal dan topi.
Kemudian dinner itu dimulai. Mereka makan, berdiskusi seru, dan bercanda. Terlihat begitu klop. Terra merasa seperti itu sehingga perasaan tertarik dan tersanjung timbul di hatinya. Masih tidak percaya, sosok tampan, mapan, dan yang terpenting, religius, bisa menyukainya.
Sebenarnya, saat itu Terra belum yakin apa Harris benar-benar menaruh perasaan padanya. Jika dia sudah yakin, Terra pasti langsung bilang statusnya sebagai tameng, penahan kekecewaan yang akan datang ketika cintanya gagal lagi. Dan akhirnya "kode" itu datang.
"Kamu besok ada acara gak?"
"Gak ada. Kenapa Bang?"
"Besok jalan, yuk?"
Terra terdiam, ini pengalaman pertamanya ada cowok yang menarik perhatiannya, mengajak dia jalan.
Belum sempat Terra menjawab, Harris bertanya lagi.
"Kamu biasa gereja dimana?"
"Deket rumah."
"Minggu gereja bareng, ya. Aku mau kenalin kamu ke temen-temen aku."
Positif. Dia pasti ada rasa sama aku, pikir Terra. Karena sudah yakin, Terra pun menceritakan statusnya. Dan untuk pertama kalinya, Terra berharap bahwa sosok di hadapannya sekarang adalah pria berani yang ditunggunya selama ini.
Dan sepertinya gayung memang bersambut. Harris terlihat tidak masalah dengan hal tersebut, walau memang pertanyaan ngajak jalan dan gereja itu belum ada kelanjutannya. Bahkan sampai waktunya pulang, hampir jam 9 malam, ajakan tersebut tidak disinggung lagi.
Tapi sepertinya semua berjalan dengan baik, karena saat pulang itu justru yang menimbulkan debaran di jantung Terra.
Sejak keluar dari cafe sampai berdiri menunggu angkot, mereka berjalan beriringan, dengan tangan saling bersentuhan. Gosh, my heart's beating so fast..
Harris juga begitu melindungi. Ketika menyebrang, dia akan berada di sisi yang berlawanan dengan arah datangnya kendaraan, melindungi Terra yang sebenernya tidak membutuhkan sama sekali karena dia perempuan mandiri.
Mereka berpisah di terminal Kampung Melayu. Harris akan melanjutkan perjalanan ke kost-nya menggunakan busway, sementara Terra akan naik metromini. Yang membuat Terra semakin terpesona, karena Harris rela menunggu Terra naik metromini yang datang agak lama, padahal busway sudah mau tutup.
Mereka masih asyik ngobrol, sampai akhirnya metromini datang.
"Kamu jangan duduk di tempat yang gelap ya dek. Hati-hati. Kalau sudah sampai, sms ya." Pesannya.
Ternyata belum sampai setengah jalan, Terra sudah di sms, tanya apakah sudah tiba atau belum. Dan ketika sampai rumah, Terra melaporkannya ke Harris, yang kemudian dibalas Harris dengan ucapan penutup yang sering dikirimkannya setiap malam.
Itu sms terakhirnya.
Tidak ada sms selamat pagi lagi. Maka jangan harapkan ajakan jumat malam yang lalu ada.
Tapi Terra masih berharap, sampai ketika Minggu malam tiba.
Dan akhirnya dia menyadari, cintanya layu sebelum berkembang. Lagi.
Dan ini lebih menyakitinya lebih dari sebelumnya. Yang sebelumnya, tidak pernah masih bersikap romantis ketika tau tentang statusnya seperti yang Harris lakukan.
Aku ga butuh dikasihani, mesti ya dia buat begitu?
Dua bulan kemudian, Terra tidak sengaja melihat profile FB Harris. In a relationship with **********.
Terra tertegun. Pelajaran cinta didapatnya lagi. Hah, mudah sekali berpaling! Dengan kepala tegak, Terra memutuskan untuk membuang segala hal tentang Harris dari hidupnya.
Saat Terra ditanya seorang temannya, apakah dia sudah jatuh cinta dengan Harris, Terra berfikir. Tidak, gue belum jatuh cinta, hanya tertarik. Untunglah, karena hanya tertarik saja ego gue sudah terluka banget, gimana kalau jatuh cinta?
Ya, Terra sadar, jika dia sempat jatuh cinta pada Harris, dia tidak akan pernah bisa jatuh cinta lagi. Sebab, kalau itu sampai terjadi, bukan hanya ego saja, tapi kepercayaannya pada cinta juga akan hancur menjadi serpihan...

Selasa, 13 Maret 2012

I Call Them “FAMILY”

 Ini GathNas pertama tahun 2009 di Jakarta. Niatnya untuk nyambut MU ke Indonesia, eh ternyata :(

            Keluarga. Gue yakin setiap orang punya definisi masing-masing tentang keluarga. Begitu juga gue. Sebelum gue menjelaskan arti keluarga menurut gue, gue ingin memperkenalkan kalian dengan keluarga gue lebih dekat. Mereka adalah IndoManUtd.
Buat yang belum tau, IndoManUtd adalah komunitas fans Manchester United di Indonesia. Bisa dibilang sebagai wadah para pecinta Setan Merah Inggris bertukar pikiran dan sebagainya.
Pertama kali gue mengenal mereka secara online alias dunia maya. Saat itu, pertengahan Mei 2007, gue yang sedang menanam benih cinta terhadap MU (‘berselingkuh’ dari Juventus, klub bola pertama yang gue cinta). Iseng search di om gugel tentang MU, ehh pencarian teratasnya situs: www.indomanutd.org yang merupakan website forum IndoManUtd ini. Tanpa ragu, gue regis jadi member. Free, jadi ga sulit daftarnya (sekalian promosi :D)
Sayangnya, saat itu gue masih gaptek maksimal, parah abis. Gue gak ngerti cara posting di forum. Walhasil, gue diemin aja berhari-hari. Suatu kali, gue iseng buka forum lagi pada tanggal 30 Mei 2007, dua hari setelah gue ulang tahun. Gue kaget melihat ada dua private messages dari sesepuh IndoManUtd, Oom Sam, dan salah satu abang gue, @treychan, yang isinya sama, ngucapin selamat ulang tahun. Berhubung gue sensitif banget (:D), gue jadi terharu dan saat itu juga bertekad harus posting! Setelah baca aturan forum, bolak-bolak obrak-abrik ntu forum, sukseslah gue posting dan akhirnya bisa :D
Dan, kalian tau, gue jadi kecanduan morum. Parah, bisa berjam-jam di warnet ‘hanya’ ingin berkomunikasi dengan mereka yang berasal dari penjuru Indonesia. Bisa kayak orang gila karena nahan ketawa sendirian.
Jujur, pada awalnya gue ga ngarepin lebih join dunia maya begini. Tujuan gue bergabung saat itu hanya ingin mengetahui tentang MU lebih jauh, gak kepikiran untuk cari temen. Karena itu gue hide contact details, seperti Yahoo Messenger dan sebagainya. Makanya, banyak yang ngira gue misterius saat itu. Hihihi…


 GathNas ke-2 tahun 2010 di Jogja

            Singkat cerita, ternyata banyak hal yang bisa gue dapetin dari mereka. Bukan hanya sekedar ilmu tentang MU, ilmu berdebat dengan sehat. Bukan. Ternyata yang gue dapetin jauh lebih baik dari yang gue harapkan sebelumnya: keluarga.
Menemukan teman? Ahh.. biasa. Tapi, dengan IndoManUtd, bukan hanya teman dan sahabat, gue menemukan abang-abang yang tidak pernah gue punya, serta Kakak-Kakak. Gue ga pernah ngebayangin sebelumnya, bahwa dipanggil “Adek” itu bermakna banget :’)
Entah mereka sadari atau tidak betapa besarnya peran mereka dalam hidup gue. Gue yang pernah punya masalah bergaul dengan yang lebih tua, sekarang sudah punya keberanian karena mereka (yah, walaupun terkadang masih ada ‘kaku’ nya juga :D). Minder memang pernah menjadi duri dalam hidup gue; tidak pernah percaya diri dengan apa yang gue miliki, penolakan yang sering gue terima menjadi hal-hal yang membentuk gue menjadi pribadi yang tidak PeDe. Tapi, berkat mereka, gue berhasil mencabut duri itu. Mereka sukses membuat gue bangga atas diri gue sendiri dan semakin percaya untuk “Be Myself”.
Sampai kapanpun gue gak akan bisa membayar ini dengan lunas. Hanya terima kasih dari lubuk hati yang terdalam yang bisa gue berikan.
Gue mengenal mereka dari SMA kelas 3 akhir sampat saat ini, udah bekerja. Suatu proses hidup yang gak nyangka bisa gue lalui. Jadi gak heran, timbul keinginan gue untuk membuat mereka bangga sebagaimana yang gue cita-citakan demi keluarga sedarah. Contoh, ketika gue mau sidang sampai akhirnya jadi sarjana, April 2011 yang lalu. Detik-detik gue sidang aja sampai gue nge-twit mulu, demi mendapat dukungan penuh dari mereka. Dan “caper” gue juga sampai ke pas wisuda, dimana gue ngetwit foto pake kebaya + toga. Di benak gue saat itu, mereka bangga kah? Dan, melihat respon dari twit-twit gue saat itu, gue yakin mereka bangga. Semoga.
Yah, yang namanya keluarga, pasti juga ada cekcoknya. Dan gue pernah beberapa kali rebut dengan beberapa anak IndoManUtd :D. Tapi, yang namanya keluarga, pasti ada yang menengahi. Pernah, pas lagi slek dengan siapaaa gitu, udah lupa :D, salah satu abang gue @donnosee, biasa dipanggil abah sama IndoManUtd, bela-belain nelepon supaya gue kalem dan jangan marah lagi. Dan yang teranyar, berantem ampe diem-dieman berbulan-bulan sama abang gue lainnya, @7abrik. Heboh nih, hihihihihi. Tapi, yah baikan lagi :D


            GathNas ke-3 tahun 2011 di Malang
           Bersama IndoManUtd, gue banyak belajar tentang hidup. Selain yang gue sebutkan sebelumnya, gue belajar bagaimana menghargai apa yang gue punya, menghargai suatu hubungan. Contoh, saat National Gathering, momen dimana IndoManUtd se-Indonesia ngumpul setahun sekali, saling melepas rindu (deileehh). Ketika berpisah, rasanya sedih banget dan mikir apa bisa ketemu lagi tahun berikutnya? Karena itu, layaknya orang pacaran, gue berusaha keep in touch dengan mereka, menghargai karena gak mau kehilangan mereka.
Gue pernah bilang di postingan gue sebelumnya, family can’t be determined by blood. Kenapa? Karena bagi gue, keluarga itu orang-orang yang bukan hanya memberikan gue kenyamanan di saat bersama dengan mereka, tapi juga mampu menimbulkan perasaan rindu dan takut kehilangan. Dan, hal-hal ini gue temukan bersama IndoManUtd.
Tepat, hari ini, 13 Maret 2012, IndoManUtd ulang tahun yang ke-12. Happy birthday buat kita semua. Gue cuma berharap rasa kekeluargaan ini masih bisa dirasakan sampai Semesta memanggil kembali kepada-Nya. Semoga gue bisa bikin IndoManUtd bangga (lagi) suatu saat nanti. Sekali lagi, terima kasih karena ‘bersedia’ menjadi bagian dari hidup gue. I do love you so much, guuuyyssss…. *cipokkinsatupersatuampebibirjeber*

Senin, 12 Maret 2012

Project Suka-Suka; Nge-Blog Rame-Rame


 Hai, hai, hai pembaca setia sayaaaaa... *tebar kecupan* :D

Jadi ceritanya minggu lalu gue diajak mba @shantyadhitya, mbakyu @rynagiggs dan @dhincit untuk tiap minggunya nge-blog dengan tema yang berbeda. Jadi, jangan kaget kalau ada tema yang unik, yang mungkin bukan 'Essy banget’ *ngeles :))

Oh iya, temen mbakyu @rynagiggs juga ikutan, mba @d46Diana. Makin rame, makin asoooyyy. Sebenernya ada satu lagi nih, akang @indraephe. Tapi sepertinya kurang pede.. *boooo... :))

Postingannya sendiri akan di-publish setiap hari Jumat. Tema minggu ini adalaaaaahh... *jengjeeennngg* : Reuni Sakit Hati. Dari judulnya, udah ngebayangin deh bakalan seperti apa postingannya, yaitu berkisah dengan kegagalan cinta yang berujung dengan sakit hati. Para “kontestan” saat ini sedang berpikir ke para mantannya. Tapi, berhubung gue belum pernah pacaran, maka gue saat ini sedang mengumpulkan para mantan “hampir-jadi-pacar”. Ahihihihihihihi......
Apakah ada semacam kompetisi, dengan penilaian  terbagus dari readers?? Oh tidaaakk.. sesuai judul yang gue bikin, ini hanya project suka-suka, menyalurkan hobi menulis kami. Yah, sukur-sukur banyak yang suka tulisan kami :)

So, stay tune with us, (especially my blog), every Fridaaaayyy... *pasangpetasan*

Jumat, 09 Maret 2012

Surat Fungsional Aku Untukmu


             Dear Kamu,
            Kali ini aku sengaja “f5” otak dan hatiku tentang kamu. Jangan GR ya, aku cuma ingin membersihkan debu-debu di halaman blog-ku yang sudah lama tidak dikunjungi :)
            Apa kabar kamu, setelah “ctrl + h” aku dari hatimu dengan dirinya sebagai “ctrl + n” di hidupmu? Apakah kamu bahagia sekarang? Atau kamu malah sering “ctrl + z” ke masa ketika hanya aku yang membuat jantungmu berdebar?
            You know what, aku masih suka “ctrl + g” ke lembar pertama kisah kita, awal kita ketemu, saling mengenal, sampai ke lembar favoritku; ketika kita jatuh cinta satu sama lain.
            Iya, kamu benar. Aku masih berkutat untuk lepas darimu seutuhnya. Susah, karena memori itu “ctrl + s” dalam relung jiwaku. Ketika aku “ctrl + a” seluruh memori kita, hatiku tidak sanggup “d” itu.
            Tapi, aku bukan Adele. Aku tidak mau “ctrl + f” seseorang yang sama denganmu, karena aku tidak mau dia menjadi bayanganmu. Jadi jangan salahkan aku masih suka “ctrl + o” album memori kita. Tapi tenang, aku sama sekali tidak berniat untuk “ctrl + c” kemudian “ctrl + v” memori itu kok. Aku hanya butuh waktu dan doamu untuk mendapatkan kebahagiaanku.
            Suatu hari nanti, bukan kamu lagi yang menjadi “ctrl + e” di hatiku, kamu pasti sudah mempertimbangkan itu sebelum memilihnya. Dan saat lelaki itu datang, itulah saat dimana aku siap “ctrl + w” dari memori dan kamu. Sampai selamanya….