Follow by Email

Jumat, 27 April 2012

My First Job


Salam hari Jumat! Salam hari #ngeblogramerame ! :D Gak menyangka udah postingan yang ke-6 yang berarti sudah 6 minggu project ini berjalan. Udah bisa dijadiin buku gak nih, temans? Hihihi…
Temanya tentang first job, atau bahasa kerennya pekerjaan pertama. Segala hal yang berhubungan dengan ‘pertama’ pasti memorable. Misalnya, cinta pertama, malam pertama, pacar pertama, ciuman pertama….
Aiiihhh… fokuuuussss…. =))))
Banyak orang, apalagi yang berstatus fresh graduate, menganggap pekerjaan pertama adalah mencari pengalaman. Yang penting kerja dulu. Hanya segelintir orang yang langsung bekerja sesuai impiannya di first job mereka. Ahh.. beruntungnya. Beruntung karena masih banyak orang-orang disana yang bekerja tidak sesuai dengan impian. Atau tipe lain, mereka masih mencari desire mereka meski sudah bekerja berkali-kali.
Saya masuk ke kategori pertama. Pekerjaan pertama saya bukan impian saya dan memang sengaja untuk sekedar mencari pengalaman. Posisi pertama saya sebagai marketing di sebuah perusahaan media iklan lowongan kerja internet yang cukup ternama. Buat yang belum tau kantor lama saya, tebak-tebak aja ya? Ada berapa perusahaan yang jenis ini sih di Indonesia? Hihihi…
Awalnya saya melamar itu dapat info dari teman Indomanutd, si Buzz Fidel @fideliskrisna, yang saat itu juga berstatus karyawan perusahaan tersebut. Memang katanya butuh banyak banget menginga expansi yang sedang dilakukan. Saya yang sebulan lebih berstatus pengangguran dan masih keukeuh ngejar impian sebagai jurnalis olahraga, saat itu sedang hopeless untuk ngejar impian saya. Akhirnya, saya melamar. Yah hitung-hitung sebagai batu loncatan. Dan mana tahu malah dapat pekerjaan sebagai jurnalis malah lebih mudah. Kan kantornya tentang lowongan kerja. Ya bisa donk ngajuin diri dulu ke si client? Hihihi..
Just kidding…
Proses penerimaannya sangat cepat. Intinya sekitar dua minggu kemudian saya diterima. Tanggal 11 juli 2011, resmilah saya menjadi karyawati.
Pekerjaannya sebenernya gampang. Di kantor, posisi saya sebagai New Sales Executive (NSE). Jadi sebagai marketing, saya mencari client baru, yaitu perusahaan-perusahaan yang sama sekali belum pernah pasang iklan lowongan kerja di perusahaan kami. Data perusahaan tersebut sudah ada, jadi para NSE cukup menelepon saja! Ya, sesekali jika ada client yang minta dipresentasikan, saya akan datang ke kantor mereka. Mudah kan? Yang namanya marketing, yang penting keahlian berbicaranya alias keahlian menggombal. Hihihi…
Tapi ternyata, susah juga. Alasan pertama, karena data-data perusahaan yang harus dihubngi itu ternyata kebanyakan perusahaan yang udah sering dihubungi oleh marketing-marketing lain. Walhasil, banyak yang hiding alias menghindar. Tidak jarang juga saya langsung ditolak mentah-mentah atau bahkan diomelin karena client merasa terganggu dihubungin terus. Berhubung saya orangnya sensitive, langsung sedih kalau diomelin orang, jadi sempet beberapa kali pengen resign aja :D. alasan kedua, jelas target perusahaan. Namanya juga marketing, pasti punya target yang dibebankan. Targetnya ada dua, pertama kuantiti client alias total jumlah client. Yang kedua, value, yang berarti total rupiahnya. Semua target itu dihitung perbulan.
Di awal-awal saya kerja, target yang saya capai masih kecil, belum nyampe setengah dari yang dibebankan perusahaan. Gimana mau achieve, skill ngegombal aja saya belum fasih walau product knowledge sudah di luar kepala. Saya bener-bener takut nelponin, takut diomelin. Padahal target menelepon juga ada, 50 client perhari! Walau gitu, saya gak pernah capai 50. Hehehe..Saya selalu cek history call di sistem. Kalau belum pernah dihubungi, saya telponin deh :D
Karena tidak ada perkembangan berarti dalam mencapai target, saya gunain skill lain yang memang saya sadari saya punya, yaitu menulis. Pertama, saya mencari email-email perusahaan di koran atau competitor. Lalu, mulailah saya menulis proposal, memberitaukan tentang product perusahaan ke mereka dengan bahasa saya, tidak formal namun juga tidak memakai bahasa gaul. Proposal tersebut kemudian saya kirimkan ke ratusan email yang berbeda tiap harinya.
Cara saya berhasil. Jumlah client dan value saya meningkat. Pencapaian saya perbulannya bisa lebih dari 70 persen, malah pernah nyaris 100 persen. Memang, jumlah call saya jadi berkurang, tapi bos saya malah bilang masa bodoh. Yang penting penjualan tinggi. Hahahaha…
Temen-temen saya yang lain bukan tidak mengirimkan email, tapi malah gak ‘nyangkut’ sama si penerima email. Setelah dievaluasi, bos saya menilai kata-kata di proposal saya lebih menarik daripada temen-temen. Akhirnya, temen-temen satu tim ikutan gaya bahasa saya atau saya disuruh mengecek gaya bahasa proposal mereka. Bagi-bagi ilmu.
Saya tidak menyesal pernah bekerja disana, karena saya banyak menemukan orang-orang baru lagi, belajar karakter-karakter dari client saya. Bagaimana menghadapi orang yang dominan, tegas, pendiam, monoton, cerewet, dan sebagainya. Wah, menyenangkan banget. Lumayan menambah imajinasi saya di karakter-karakter novel yang saya garap.
Saya juga nambah temen. Banyak client saya yang masih bbman sampai sekarang. Tidak sering juga heboh ngajak saya jalan, karaokean, ketemuan deh, padahal saya tau mereka orang sibuk. Posisi mereka di kantor kan HRD dan banyak juga owner-nya langsung. Tapi, tetep aja heboh ngajak ketemuan :D
Hal seru lainnya, ditawarin kerja! Sangat sering saya ditawarin kerjaan sama mereka. Malah ada yang ngotot jadiin saya asistennya, yang berarti saya harus kerja dan tinggal di Singapore karena kantor pusatnya disana. Bukannya gak mau, tapi biaya hidup disana kan mahal. Hehehe…
Sekarang saya sudah resign, dengan beberapa alasan pastinya. Sedih sih, karena saya meninggalkan temen-temen. Banyak client yang juga sedih saya resign karena udah nyaman dengan saya. Eh, ujung-ujungnya ditawarin kerja :D
Tapi, saya tidak menyesal. Karena pekerjaan baru saya sekarang adalah impian saya, and my desire. Thank God… J


Kamis, 26 April 2012

Happy Birthday, Indomanutd Medan



Tulisan ini saya dedikasikan sepenuhnya untuk Indomanutd Medan. Tiga tahun penuh makna, penuh pembelajaran menuju kedewasaan.
Tepat hari ini, Indomanutd Medan menambah usianya yang ke-4. Iya, di tanggal 26 April 2008 yang lalu, Indomanutd Medan resmi menjadi kota ke-4 regional Indomanutd. Bahasa yang bikin teduhnya, resmi menjadi bagian dari keluarga besar Indomanutd.
Sebenernya, jauh dari tanggal ini, Indomanutd Medan sudah ada, yaitu jauh sebelum reborn-nya Indomanutd. Namun, karena sempat vakum, Indomanutd Medan jadi tidak terdengar kabarnya. Dari sejak awal berdiri (kembali) sampai detik saya menulis ini, saya belum menemukan founder Indomanutd Medan sebelumnya.
Mari, saya kisahkan dibalik tanggal 26 April 2008.
Tanggal tersebut merupakan tanggal nonton bareng pertama kali Indomanutd Medan, tepatnya melawan Chelsea. Nonbarnya pun tidak sengaja. Berawal tiga hari sebelumnya, saya diinfokan oleh moderator forum Indomanutd, mas @anggot, bahwa salah satu stasiun radio Medan menghubunginya karena membutuhkan fans United untuk on air bersama perwakilan dari komunitas Chelsea, CISC Medan. Karena Medan saat itu hanya saya dan Eric, jadilah kami berdua yang menjadi perwakilan Indomanutd.
Dari info Mas Anggot juga, bahwa CISC Medan mengundang Indomanutd regional Medan untuk nonton bareng big match tersebut. Waduh, saya bingung. Lah massa-nya belum ada, bagaimana bisa? Maka sehari sebelumnya, saya berinisiatif untuk membuat selebaran sederhana demi mengundang fans MU. Sehari sebelum laga, saya sebarkan selebaran itu. Mengapa sederhana? Karena saya sama sekali tidak bisa desain! Masa bodoh, yang penting bisa banyak bawa massa ke nonbarnya.
Keesokan harinya, di Sabtu siang, saya dan Eric pun berkesempatan on air. Sekitar satu jam, kami langsung berpisah supaya bisa menyiapkan diri untuk nonbar di malam hari.
Indomanutd Medan saat ini
Saya tiba di lokasi nonbar, Ball’s Coffee (yang kemudian menjadi homebase pertama), sekitar jam 6 sore. Sementara kick off-nya jam 18.40 WIB. Saya sedikit panik, karena venue sudah penuh dengan massa Chelsea. Saya pun bingung, kok gak ada tempat buat Indomanutd (MU), seperti yang sudah dijanjikan oleh CISC. Dan di luar Ball’s Coffee, banyak fans MU hanya bisa berdiri, tidak kebagian tempat. Saya masih kebingungan, sementara Eric belum muncul juga dan pihak CISC yang saya temui di stasiun radio juga tidak terlihat batang hidungnya.
Akhirnya saya memberanikan diri ngomong sama pihak Ball’s Coffee untuk menyediakan tempat. Setelah mereka koordinasikan dengan pihak CISC, akhirnya mereka sediakan 5 kursi buat Indomanutd.
Ketika pertandingan dimulai, jujur saya tidak konsen ke pertandingan. Mata saya malah nyalang ke penjuru Ball’s Coffee, mencari orang-orang yang datang nonbar memakai jersey MU. Hanya sedikit sekali, karena banyak fans MU memilih untuk nonton di tempat lain karena tidak dapat tempat. Mata saya menangkap beberapa orang dan saya bertekad ngajak kenalan saat istirahat babak pertama.
Orang pertama yang saya ajak kenalan, Bang Rudy @roody_rooney. Dia langsung excited dan menerima ajakan saya untuk membentuk Indomanutd Medan. Katanya, sudah lama dia mencari fanbase MU di Medan. Dan sampai saat ini, Bang Rudy masih tetap setia dan semangat mengibarkan bendera Indomanutd di kota Medan. Thanks, Bang! :)
Malam itu, MU harus takluk oleh Chelsea 1-2. Tapi saya malah senang luar biasa, karena saya bisa menemukan orang-orang yang semangat membentuk Indomanutd Medan. Total 3 orang yang berhasil saya ajak. Not bad untuk sosok yang (dulu) pemalu seperti saya.
Mulai dari hari bersejarah itu, Indomanutd Medan semakin berkembang. Perjalanannya? Wah berliku, penuh batu deh. Karena bukan hanya orang-orang yang semangat penuh, namun juga yang semangatnya setengah saya temui. Selain itu, perbedaan visi dan misi serta komitmen pernah menjadi sandungan. Malah di tahun 2010, Indomanutd Medan sempat sepi banget karena para pengurusnya semua sibuk dengan urusan masing-masing, atau Bang Rudy yang harus istirahat total karena sakit yang cukup serius.
Problem lain yang datang, kami kehilangan homebase, seiring tutupnya Ball’s Coffee. Lokasi nonbar yang tentative dan sering berlokasi tidak strategis membuat nonbar semakin sepi. Wah, hopeless banget saya.
Untungnya, di tengah vakumnya Bang Rudy, saya masih punya Bang Dika, yang di sela-sela kesibukan mau menyempatkan diri untuk mencari venue. Bang Dika juga memanfaatkan koneksinya untuk promosikan Indomanutd ke media, seperti yang awal-awal saya lakukan.
Dulu trio maut. hihihi...
Tuhan baik. Kami dikirimkan ‘bala bantuan’ dari sosok asier @deghost23_asier. Doi sebenernya member Indomanutd Semarang. Tapi karena dia mengambil kuliah kedokterannya di Medan, walhasil saya langsung minta bantuannya. Kebaikan Tuhan datang lagi, saat saya berhasil nego dengan sebuah resto yang baru buka di kawasan strategis Setiabudi. Mereka bersedia menyediakan fasilitas nonbar, sementara kami bantu promosi terselubung di media lewat event-event nonbar. Indomanutd Medan mendapat ‘rumah’ kembali. Indomanutd Medan kembali ramai.
Juni 2011, saya memutuskan pindah ke Jakarta, dua bulan setelah saya menyandang gelar sarjana. Indomanutd Medan memang destiny saya. Bahkan tanggal wisuda saya saja juga barengan dengan ultah Indomanutd Medan. Keren kan? Hihihi…
Meski saya tidak menjadi pengurus lagi, tapi selamanya Indomanutd Medan tetap di hati. Lewat para anggotanya, pribadi dan pengalaman saya banyak dibentuk. Dari sosok yang tidak percaya diri, menjadi sosok kelewat pede. Hahahaha…
Saya menemukan keluarga bersama mereka. Saya menemukan semangat untuk menjadi lebih baik bersama mereka. Saya menemukan arti precious bersama mereka.
Bukan saya saja yang mengalami perubahan, tapi juga para anggotanya. Misalnya, istri Bang Rudy, kak Rosy @rosyhtgalung. Sebelum mengenal Indomanutd Medan, doi sama sekali gak ngefans MU. Ehh.. karena sering nonbar bareng suami, malah jatuh cinta. Sampai detik ini tetap setia sebagai bendahara. Hihihi…
Melihat perkembangan sekarang, saya senang banget. Salut buat semua pengurusnya yang semakin semangat. Dan saya percaya, dengan ketuanya sekarang, si tison @yudha_tison, Indomanutd Medan akan terus berkembang. Dan seterusnya, bukan cuma tahun keempat, tapi akan terus ada tahun kelima, keenam, kesepuluh, keduapuluh….
Sekali lagi, happy birthday @indomanutd_mdn. Semoga para anggotanya semakin merasakan kekeluargaan Indomanutd, sehingga semangat dan kecintaan tidak akan lekang oleh waktu.

Jumat, 20 April 2012

Theresia Itu


Here we come, #ngeblogramerame #6. Kali ini temanya narsis, #10ThingsAboutMe. Hihihi… Jelas udah tau maksud blog minggu ini, yaitu menceritakan 10 hal tentang diri sendiri.
Walau kesannya gampang bener, tapi ternyata susah juga mencari dan menyadari 10 hal tentang gue. Saking bingungnya, gue sampai nge-list dulu di coret-coretan sebelum dirangkai menjadi postingan ini.
Dan inilah 10 hal tentang Theresia Ruth Simanjuntak.
1.      Gue punya dua fobia. Yang pertama, ketinggian. Aduh, asli. Saat gue ngeliat ke bawah dari lantai 2 sebuah mall, misalnya, gue bisa parno sendiri. Malah pernah suatu malam, gue dan temen-temen eks kantor yang dulu pergi ke Citraland naik mobil salah satu temen gue, Arief. Pas mau masuk parkiran, jalannya menanjak tinggi dan muter-muter gitu. Gebleknya, si Arief sengaja memperlambat laju mobilnya. Jadi bayangin aja, lagi tanjakan dia malah jalanin mobil pelan banget. Gue langsung panik dan keringet dingin keluar. Dan yang kedua, peta! Iya, gue takut liat peta. Terutama pas peta itu udah menunjukkan warna biru yang merujuk pada lautan atau samudera. Jantung gue langsung berdetak kencang, keringet dingin juga keluar. Pernah, pas di kantor gue lagi cari jalan di Google Map. Karena alamat yang gue ketik gak lengkap, ehh munculnya malah lengkap peta dunia yang berarti warna birunya kemana-mana. Langsung gue panik cari orang terdekat buat ‘exit’-in tampilan Google Map-nya. Hiiii…
2.      Dari dulu yang gue sadari adalah gue tidak suka hal-hal yang romantis. Kata-kata rayuan gombal, panggilan ‘aku-kamu’, atau tindakan-tindakan yang romantis gitu gue bakalan geli sendiri. Ehh.. tanpa gue sadarin, gue menjadi sosok yang romantis! Misalnya, suka senyum-senyum malu tiap nonton film Korea atau lagi baca novel yang adegannya lagi romantis. Dan diperparah, novel yang gue garap sekarang. Gue izinkan 5 orang untuk membacanya, dan kelimanya langsung heboh telepon / bbm / sms bahkan ketemu langsung untuk bilang novel gue di beberapa bab romantis banget! Gawat ini mah.

3.      Dari kecil, gue suka berkhayal. Pernah gue mengkhayalkan diri sebagai pemain bulutangkis terkenal, penyanyi dan bahkan berkhayal mempunyai kekasih yang ciri-cirinya sudah terpatri di otak. Hehehe… belakangan ini malah sering mengkhayalkan karakter-karakter di novel gue. Sebenernya bukan sekedar dikhayalkan, tapi gue juga berakting, saat orang gak ada pastinya. Misalnya, saat gue jadi pemain bulutangkis, gue pura-pura lagi bermain dan menjuarai olimpiade. Hihihi.
4.      Kata orang yang sering atau setidaknya pernah denger gue nyanyi, suara gue bagus. Saking dibilang bagus, pernah disuruh ikut Indonesian Idol atau sejenisnya. Tapi, gue gak pernah sekalipun ikut lomba nyanyi. Bukan karena gak tertarik jadi penyanyi, tapi gue ini pemalu kalau nyanyi di depan umum :D. Demam panggung, Bok! Kalo udah gitu, bisa-bisa pengaruh ke suara gue, jadi bergetar gitu. Hehehe… Terakhir kali gue nyanyi di depan umum itu pas Natal di SMA gue tahun lalu. Sebagai alumni, temen-temen seangkatan gue dan guru-guru nyuruh nyanyi tanpa persiapan! Untung gak malu-maluin dan mereka suka semua. Hihihi… Dan sampai sekarang, gue cukup menikmati sebagai penyanyi kamar mandi, penyanyi di kost dan penyanyi di karaoke saja :D
5.      Gue adalah orang yang menjunjung tinggi ketepatan waktu. Kalo janjian, pasti gue datang sebelum waktu yang disepakati. Paling sebel kalo ngeliat orang yang terlambat. Jika terlambat, gue paling ga enak hati dan bisa minta maaf berkali-kali. Segitunya lah gue tentang waktu.
6.      Gue disebut Miss Moody. Terlalu berlebihan sih anggepan itu. Mungkin karena orang mengenal gue sosok yang ceria, rame, berisik. Jarang ngeliat gue bĂȘte. Tapi kalo gue udah bĂȘte, emang nyebelin sih. Hehehe… bisa-bisa orang di sekitar gue diemin. Tapi, tidak mengganggu ke kewajiban yang harus gue kerjain kok :D
7.      Ini buat kalian, para pria yang diam-diam menyukai saya, jika kalian yakin saya juga membalas perasaan kalian, maka nyatakanlah! Karena saya, meskipun sangat mencintai orang tersebut, saya tidak akan menyatakan kepada dia. Walau hanya sekedar ngasih perhatian, kode kedipan mata atau apapun itu, saya tidak akan berani. Saya pemalu (dan minder) :D Pengen sih bisa kayak cewe lain yang mampu setidaknya ngasih kode lah ke pria yang disukai. Jujur, gak enak banget, apalagi gara-gara ini gue kehilangan cowok yang bener-bener gue cintai. Well, ada yang mau ngajarin? :D
8.      Gue sangat suka menyendiri. Bukan berarti gue tidak suka bersosialisasi. Wow, itu salah besar. Tapi, ada kalanya gue butuh hanya sendirian, tanpa ada teman, keluarga, atau bersama orang-orang yang gue kenal. Jadi, sering banget gue pergi gak jelas sendirian, ke mall, ke tempat makan, atau sekedar keliling naik busway, bis, terutama kalo lagi down. Lalu, gue akan melihat orang-orang yang tidak gue kenal, melihat sekilas kehidupan dan karakter mereka. It helps me to be thankful to God for everything happened in my life. God is good.
9.      Gue punya prinsip, sahabat atau teman dekat tidak boleh dijadikan pacar! I thought, it would ruin everything if friendship changed into love relationship. Dan dari kecil, sahabat gue itu cowok semua. Baru sejak kuliah aja cuma punya sahabat cewek. Dan dari sekian sahabat-sahabat gue, ada beberapa yang suka tapi terpaksa nyerah sebelum berjuang, memilih untuk tetap di samping gue, menjaga gue sebagai sahabat daripada jadiin gue pacar. Sweet ya mereka. Jahat ya gue? Emang.. :)
10.  Satu hal yang gue sangat cintai, dan semoga tidak akan pernah luntur: Indomanutd.
Well, semoga membantu kalian untuk mengenali saya lebih jauh. Halah… hihihi… Semoga kalian membantu saya untuk menjadi pribadi yang jauh lebih baik lagi dari sebelumnya. Dan semoga ada hal dari diri saya yang bisa menginspirasi kalian untuk menjalani hidup. Life is beautiful, especially when I realize I have you in my life… :)

Jumat, 13 April 2012

KOTA IMPIAN


Hai semuaaaaa…. Kembali di program #ngeblogramerame. Kali ini episode ke-5 :D
Judul blog gue kali ini adalah temanya. Sempet kebingungan memilih satu nama yang merupakan kota impian karena, jujur, gue gak pernah memikirkan kota impian gue.
Bagi yang mengenal gue, jelas ada dua nama kota yang terpikirkan sebagai kota yang suatu saat ingin gue kunjungi; Turin di Italia dan Manchester di Inggris. Nama yang pertama adalah kota klub bola favorit gue sejak 1999, Juventus. Dan nama yang terakhir adalah kota klub bola favorit sejak 2007, Manchester United.
Sebagai fans, jelas gue pengen banget kedua tempat itu; melihat stadion kebanggaanya dan, kalo beruntung, bertemu para pemainnya langsung. Jelas impian donk. End of my post? Well, it isn’t my answer.
Gue pengen merunut dulu makna ‘impian’ itu. Bagi gue, impian berhubungan erat dengan kebahagiaan. Ketika seseorang meraih impian, maka dia bahagia. Apa sih kebahagiaan kalian? Kalo gue, yah yang sederhana yang gampang ditemui sehari-hari. Gue bahagia saat baca dan nulis, dua hal yang sukses membuat gue berimajinasi liar nan indah. Gue bahagia saat bibir, lidah dan tenggorokan gue dihampiri cairan nikmat bernama kopi. Dan ternyata, gue udah seminggu gak ngopi! *brb nyeduh kopi*
Jika minum kopi aja bisa membuat gue bahagia, maka impian gue harus jauh lebih dari sekedar minum kopi.
So, kota impian gue? Dengan pemaparan kedua hal ini, gue mendapati kenyataan sesuai dengan perasaan gue saat mengetik ini: gue tidak mempunyai kota impian. Well, gue tetap berharap bisa ke Turin dan Manchester suatu saat nanti. Tapi gue menyadari, itu hanya kebahagiaan sesaat. Mungkin setelah gue berhasil ke Turin dan Manchester, gue bahagia karena tidak penasaran lagi melihat kota, dan terutama stadionnya. Setelah itu? Ya selesai. Udahan. Kembali ke realita.
Seperti yang gue udah sadari lama (dan banyak juga yang tau) bahwa impian gue berkaitan dengan jurnalis, penulis, dan keluarga. Jadi, konklusinya di bagian yang terakhir, keluarga. Gue gak peduli di kota mana kelak gue berada, asalkan gue bisa bersama-sama dengan keluarga dan calon keluarga gue; suami dan anak-anak. Even kota itu kota semrawut seperti Jakarta tercinta ini, tapi rasanya jelas berbeda tinggal di kota itu bersama orang-orang yang gue sayangi.
Ahhh… memikirkannya saja sudah lebih membahagiakan dari sekedar minum kopi…


Kamis, 12 April 2012

Aku Akan Kembali Untukmu, Malang


Pernah gak kalian merasakan sebuah perasaan yang bergejolak di diri karena tidak bisa meraih apa yang kalian impikan? Well, saya jelas pernah merasakan. Contoh sampai saat ini, cita-cita saya yang belum kecapai sebagai jurnalis membuat saya merasa gemas jika lamaran saya tidak tembus di perusahaan media yang saya tuju. Atau, ketika novel saya sampai sekarang tidak selesai-selesai. Arrrrggghhh….
Ada satu hal lagi yang membuat saya suka ngiri kalau ada orang bisa melakukannya; traveling. Belakangan ini saya menyadari kalau saya menyukai traveling juga. Namun sayang, terhalang budget. Maklum, baru kurang dari satu tahun saya bekerja, belum cukup untuk mendukung hasrat ini. Yang, paling jalan-jalan di dalam kota aja (baca: dari mal ke mal). Hihihi..
Untungnya, berkat fans klub bola tempat saya bernaung, membuat saya setidaknya setahun sekali bisa traveling lewat event Gathering National.
            Dalam tiga kali GathNas, puji Tuhan, saya bisa ikut semuanya, padahal status saya saat itu masih mahasiswi di USU. Berkat GathNas, saya bisa travelling Medan – Jakarta, Medan – Jogja, dan Medan – Malang.
Kali ini saya ingin menceritakan kisah perjalanan saya ke Malang, yang juga merupakan tempat terselenggaranya IndoManUtd National Gathering ke-3, pada hari Sabtu, 14 Mei 2011 sampai Selasa, 17 Mei 2011. Berikut perinciannya.

Sabtu, 14 Mei 2011
Sekitar pukul 10.30 WIB, saya tiba di bandara Polonia Medan, sementara penerbangan saya pukul 12.00 WIB. Saya memesan tiketnya tahun lalu, sehingga mendapat harga promo yang pas di kantong mahasiswi seperti saya. Dan saya beruntung, maskapai penerbangan ini satu-satunya yang melayani jadwal terbang direct Medan – Surabaya dan memang baru saja launching tujuan ini. Betapa beruntungnya.
Saya berangkat bersama teman saya sesama member dari Medan. Berdua kami menikmati perjalanan 3 jam menuju Surabaya.
Jam 3 sore, pesawat kami tiba dgn selamat di Juanda Surabaya. Teman-teman member IndoManUtd di Surabaya sudah menunggu di gerbang kedatangan.  Tidak berapa lama, rombongan Jakarta juga tiba. Dan jam 4 sore, kami semua berangkat menuju Malang.
Kami tiba di Batu Malang pukul 18.30. Disambut dengan sedikit rintik dan hawa yang dingin, kami memulai agenda pertama, yaitu nonton bareng pertandingan Manchester United. Selesai nonbar, kami yang merasa lelah, menuju penginapan yang sudah dipersiapkan panitia GathNas Malang. Penginapan kami terletak di Jl Ikhwan Hadi, daerah yang cukup strategis dengan tempat-tempat wisata di Batu. Tempatnya bersih dan nyaman, serta harganya terjangkau. Bisa dijadikan pilihan bagi yang berwisata ke Batu.

Minggu, 15 Mei 2011
Hari ini kami benar-benar menikmati travelling. Hal pertama yang kami mulai adalah berkuliner. Selain disebut Kota Apel, Malang juga terkenal dengan kenikmatan baksonya. Awalnya saya memaandang remeh, merasa bahwa semua bakso di kota manapun, sama saja. Di Medan juga banyak tukang bakso. Buat apa jauh-jauh kemari tapi makannuya bakso juga.
Tapi saya salah. Jika kalian berencana ke Malang, mencicipi baksonya adalah agenda wajib. Salah satu tempat bakso yang terkenal adalah Bakso Bakar Pak Man yang beralamat di Jl,. Diponegoro 19 Malang. Tanamkan pepatah: don’t judge a book by its cover. Tempatnya memang kecil, tapi ramenya luar biasa. Rombongan kami yang begitu banyak sempat kebingungan untuk mencari tempat duduk. Tapi, yang penting pesan dulu, makannya gampang.
Saya memesan dua jenis bakso, yang dibakar dan yang biasa. Rasanya? Wueeennaaakk tenaaann reeekkk. Baksonya empuk, dan kuahnya juga nikmat. Rasanya tidak rugi sama sekali dengan harga bakso yang sebutirnya bernilai Rp. 1.500,-. Tidak sebanding dengan kenikmatan yang saya rasakan.
Selesai dari makan bakso, agenda selanjutnya adalah bermain futsal di Playground Champions. Tempat futsal ini paling unik dari tempat futsal yang pernah saya lihat karena view-nya indah banget. Banyak spot disana yang bisa dijadikan sebagai ajang narsis alias berfoto ria. Spesial lainnya, bukan hanya tempat futsal, tapi juga ada mini water park dan mini theme park. Sangat cocok buat yang mengajak anak kecil liburan. Jika mendadak kangen mal, cukup berjalan sekitar 10 menit dari lokasi futsal, kalian bisa menemukan Matos (Malang Town Square).

Sekitar jam 2 siang, kami menyudahi bermain futsal dan balik ke penginapan. Istirahat guna ‘mengisi batere’ penuh untuk petualangan di malam hari.
Dan jam 7 malam, kami pun berada di Batu Night Spectacular (BNS). Sesuai dengan namanya, tempat wisata ini hanya buka di malam hari. Tempatnya seperti mini Dufan, yaitu berisi wahana-wahana permainan dan hiburan. Tapi bedanya, tiket yang dibeli hanya sekedar tiket masuk. Untuk bermain wahana, ada tiket lagi yang harus dibeli di tiap loket permainan. Wahananya antara lain Bom-Bom Car, Rumah Hantu, Kursi Terbang (di Dufan namanya Ontang Anting), dan lain-lain. Ada satu yang menarik, yaitu gokart. Teman-teman saya yang mayoritas pria semua jelas langsung memilih ber-gokart ria. Sepulangnya, ada tempat jualan merchandise. Tidak lengkap bukan kalau tidak membeli sesuatu dari kota yang kita kunjungi?

Senin, 16 Mei 2011
Batu Malang terlalu banyak tempat wisata. Itu yang saya sadari di Senin pagi, ketika kami menuju ke tempat wisata selanjutnya, Jatim Park. Jatim Park adalah lokasi wisata yang sangat luas, sehingga terbagi menjadi dua: Jatim Park 1, yang merupakan wahana permainan juga dan Jatim Park 2 yang adalah museum satwa. Sayang, karena keterbatasan waktu dan ramainya pengunjung mengingat saat itu adalah tanggal merah, membuat kami harus memilih. Kami pun memilih Jatim Park 2.

Di Jatim Park 2, kami melihat binatang-binatang dalam dua wujud, replika dan nyata, dari spesies yang awam di telinga sampai yang baru pertama kali didengar. Suatu perjalanan yang luar biasa. Selain menambah ilmu tentang binatang, secara tidak langsung bisa membuat saya kagum terhadap karya Tuhan yang luar biasa. Selain itu, pastinya, ajang berfoto ria. Meskipun bikin kaki pegel, tapi sangat saying untuk dilewatkan begitu saja.

Selasa, 17 Mei 2011
Di hari terakhir, kami hanya berburu oleh-oleh makanan ringan. My God, tidak pernah sama pikirkan sebelumnya kalau Malang kotanya cemilan juga! Saya kalap memborong cemilan. Kalian harus membeli cemilan-cemilan yang mungkin tidak ada di kota kalian: keripik buah, keripik tempe, dan brownies kukus tempe! Keripik buah terbuat dari buah-buahan yang dikeringkan. Jenisnya beragam, ada keripik apel, pepaya, mangga, dan sebagainya. Saya paling suka keripik apelnya, karena rasa mint yang ada ketika ketika mengunyahnya bikin surprised. Selain itu, ada juga keripik tempe dengan rasa yana beragam. Ada yang tanpa rasa, rasa pedas, rasa barbeque, dan lain sebagainya. Kalau ingin membeli, sekalian saja keripik tempe yang ada rasanya karena menurut saya rugi membeli yang tanpa rasa karena tidak jauh beda kok dengan keripik tempe di mini market. Hehehe..
Dan brownies kukus tempe? Kejutan baru bagi saya. Unik banget memikirkan kombinasi antara cokelat dan tempe. Berhubungi saya penggila cokelat (dan pastinya brownies), jelas saya juga membelinya. Rasanya? Ahh.. pokoknya surga dunia. Harganya? Per item kisarannya sekitar Rp. 5.000,- sampai Rp. 30.000,-. Untuk penggila cemilan, tidak rugi sama sekali kok. Hehehe.
Rasa sedih menghampiri saya ketika harus kembali ke Medan. Rasanya tidak cukup mengelilingi Malang. Banyak hal yang membuat saya terkejut dan ingin menjelajahi lebih jauh lagi. Saya harap suatu saat bisa kembali ke Malang dan menikmati keindahan kota Apel tersebut sekali lagi. Ahh.. berkali-kali lagi juga tidak mengapa.

Kamis, 05 April 2012

Kencan Termanis


Hai, semuaaa… apa kabar? Saya lagi bersin-bersin muluk lho saat ini.. *penting* :D
Hari Jumat. Saatnya #ngeblogramerame #4. Temanya bikin saya galau (ngeles, padahal emang galau selalu *selftoyor*). Sesuai judulnya, Kencan Termanis. Pas judulnya dicetuskan, otak langsung konek ke hal-hal berbau pacaran, atau minimal hubungan tanpa status, atau teman tapi mesra, atau… whatever.. kurang lebih begitu deh.
Nah, berhubung pengalaman saya minim, jadilah saya sempet mati kutu. Mungkin, kalo ending-nya berbeda, kisah saya dan Harris bisa masuk kategori “Kencan Termanis”. :D (baca: Ego Yang Terluka, #ngeblogramerame #1).
Tapi, temen-temen #ngblogramerame bilang, kencan tidak harus dengan pasangan. Baiklah, berarti kendala sudah tidak ada.
Sekian intro-nya. Mari lanjut ke intinya. Setelah berhari-hari menggali memori yang terpendam, saya memutuskan ada dua kencan termanis, atau saya lebih senang menyebut berkesan.
Yang pertama, kencan dengan orangtua saya. Memori samar saya kurang mengingat berapa umur saya saat itu, mungkin sekitar umur 5 tahun, karena saat itu saya belum punya adek (saya dan adek beda umur 5,5 tahun). Yang saya ingat, Papa mengajak saya dan Mama makan di restoran laut. Saya ngambek, karena saya pengennya makan kei ef si. Saya memang pemilih kalau soal makanan. Sangat suka ayam, tidak begitu suka makan ikan. Tapi orangtua saya ngotot, sengaja kayaknya. Dipesanlah menu yang tidak akan pernah saya lupa, Gurame Asam Manis. Awalnya, jual mahal. Beneran deh, dulu saya nyebelin abis, tukang ngambek :D. Tapi, karena laper juga, akhirnya mau pas Mama nyuapin. Sejak itu, Gurame Asam Manis jadi favorit saya. Sayang yah, mahal :D.
Mengapa termanis? Well, Gurame Asam Manis itulah yang jadi saksi kencan keluarga terakhir kami.
Yang kedua, kencan dengan IndoManUtd di National Gathering ke-2 Jogja. Bagi saya, GathNas adalah momen “kencan” dengan para member. Tapi, kenapa bukan yang pertama (Gathnas Jakarta 2009) yang termanis? Karena yang pertama saya tidak tinggal satu atap dengan IndoManUtd selama gathnas. Kenapa juga bukan yang ketiga (Gathnas Malang2011)? Yang ikut di gathnas ke-3 tidak banyak. Bahkan saya tidur sendirian. Huhuhu…
Di Gathnas Jogja 2010, banyak kencan-kencan manis yang saya lalui. Ada 3 kencan yang manis tenan.
·         Makan Mie Jawa tengah malam di hari pertama GathNas. Mie Jawa kan manis. Ga salah donk disebut “kencan termanis”? :D. Entah siapa yang ngajak duluan, tapi mungkin karena perutnya terbuat dari karet semua. Udah makan nasi di daerah Malioboro, ehh masih pada kelaperan lagi. Yang pergi saya, Darwin @parkwinsung, Kapon @kapon23, kak Depe @lisadepe, koh Ditto @fuditto, Uun @dchrissandy dan Buzz @fideliskrisna (ada yang kurang ga ya? :D). Dan sepanjang supper itu didominasi obrolan Uun, yang curhat abis tentang kantor lamanya yang Pyongyang (ibukota Korea Utara) abis, alias penjajah dirinya dengan kebijakan-kebijakan kantor yang ‘menyiksa’ :D. Buat saya, termanis, karena saya jadi bisa lebih dekat dengan mereka, mengingat di GathNas sebelumnya ga sempet “bermesraan lebih jauh” :D.
·         Main UNO episode 1. Ini dilakukan setelah makan Mie Jawa, tapi personilnya berkurang, hanya saya, Kak Depe, Kapon dan Darwin. Ini pertama kalinya saya main UNO :D. Kenapa termanis? Karena dua pria itu! Alasan kami bermain karena kamar saya dan Kak Depe terkunci oleh temen kamar kami lainnya yang sudah keburu tidur. Dan dua pria manis itu rela bermain UNO demi menemani kami sampai jam 4 pagi! So sweet, kaannn?? :D
·         Main UNO episode 2. Nah, ini gak kalah manisnya. Personilnya jauh lebih banyak. Ada saya, Kak Depe, Kapon, Darwin, Angel, Karina, Toby, Tison @yudha_tison, Mas Chandra @chandra_kcp, Hermes @HermeShady, Eric, Buzz, Klemer @adityawardna dan pastinya, Mbakyu Ryna @rynagiggs, yang rela meninggalkan sang suami (padahal masih berstatus “newlyweds” ;)). Dimainkan pada malam terakhir di Jogja, sebelum berpisah kembali ke kota masing-masing. Termanis karena kami terlihat tidak ikhlas berpisah, main sampai jam 6 pagi! Permainannya juga lebih seru dengan main coretan pake bedak yang dicairkan.  Pokoknya, berkesan sekali… dan belum terulang lagi :’)
Jadi, bagi anak-anak @indomanutd. Ayo ikut GathNas keempat di Semarang. Free kencan sama sayah… *maluk*