Follow by Email

Senin, 03 September 2012

Veni, Vidi, Van Persie!


Veni, Vidi, Vici (Saya datang, saya lihat, saya menang). Ungkapan dari Romawi ini tepat untuk menggambarkan sosok seorang Robin van Persie.
Di awal kedatangannya ke Manchester United hanya tiga hari menjelang Liga Premier musim 2012-13 bergulir, beragam opini muncul. Ada yang menilai Setan Merah tidak membutuhkannya karena sudah banyak striker di klub tersebut, namun juga tidak sedikit meyakini ia akan berhasil.

His first number and target for Manchester United

Memang, keberadaannya membawa tumbal dengan Dimitar Berbatov ‘mengalah’ dan bergabung ke Fulham, bereuni dengan Martin Jol, manajer yang membuat namanya besar kala bersama-sama di Tottenham Hotspur.
Dan van Persie, diiringi sambutan ramai fans United sekaligus lautan sindiran ‘pengkhianat’ dari pendukung The Gunners, memulai debutnya sebagai pemain pengganti melawan Everton di pekan pertama. Fans Arsenal tersenyum lebar karena sang mantan pahlawan tidak mampu berbuat banyak dan menjalani debut dengan kekalahan 0-1 atas The Toffees.
Top skorer musim lalu itu tidak ambil pusing dengan hujatan yang dlayangkan kepadanya dan memilih berkonsentrasi dengan karier barunya di Old Trafford.
Di pekan kedua, ia mendapat kesempatan dari Sir Alex Ferguson untuk bermain sejak menit awal di depan pendukung United langsung, kala timnya menjamu Fulham.
Dan van Persie sangat pintar mengambil hati pendukung United. Ketika memasuki stadion kebanggaan Manchester Merah, ia terlihat penuh percaya diri, seolah-olah mengatakan kepada publik Old Trafford: Hai, lihat! Pahlawan baru kalian datang.
Hanya butuh waktu singkat bagi pemain berusia 29 tahun itu mengamati dan beradaptasi dengan permainan klub barunya. Ia pun langsung mencetak gol pertamanya yang indah bagi United di kesempatan shoot-on-goal pertama yang diperolehnya. Van Persie merayakannya dengan sliding ke arah pendukung United dan sorak-sorai para fans mengindikasikan mereka telah menerima sosok mantan lawan.

His first goal for Manchester United!

Van Persie mungkin merasa belum sepenuhnya diterima klub baru dan pendukungnya, terutama karena namanya masih disangkutpautkan dengan Arsenal, terutama karena kegagalan mantan klubnya membukukan satu gol pun di dua laga awal. Ia perlu melakukan sesuatu untuk benar-benar dicintai fans. Dan satu-satunya cara hanyalah mencetak gol.
Dan bisa saja merupakan berkah tersendiri bagi van Persie ketika Wayne Rooney, striker utama United selama beberapa musim terakhir, harus absen setidaknya satu bulan karena luka parah di pahanya setelah diinjak pemain Fulham, Rodallega.
Sudah pasti, ketiadaan Rooney membuat van Persie menjadi tumpuan harapan klub membobol gawang lawan.
Seperti nyanyian yang dikumandangkan fans Arsenal untuknya musim lalu: He scores when he wants. Robin van Persie, he scores when he wants (dia mencetak gol ketika ia menginginkan. Robin van Persie, ia mencetak gol ketika ia menginginkan), van Persie menerapkan lagu tersebut bersama United.
Beberapa saat sebelum pertandingan tandang melawan Southampton Minggu (2/9), di laga lain Arsenal akhirnya memecahkan kemandulan mereka, mencetak dua gol kemenangan atas Liverpool yang dilesakkan dua pemain baru mereka, Lukas Podolski dan Santi Cazorla. Kalimat: “who needs van Persie” muncul dari pendukung klub kota London itu.
Hanya butuh 90 menit pertandingan dan kubu Arsenal, yang sempat tertawa karena RvP sempat gagal mengeksekusi penalti, kembali tersentak, dan mungkin diam-diam merindukan sosoknya di Emirates, ketika mengetahui pemain bernomor punggung 20 itu mencetak hattrick perdana bagi klub barunya, membawa kemenangan 3-2, setelah sempat tertinggal dari The Saint.

His first hattrick for Manchester United!

Total sudah empat gol yang dibukukan van Persie, memimpin daftar pencetak gol terbanyak Barclays Premier League bersama pemain Swansea City, Michu. Setan Merah semakin mencintainya, sementara Arsenal semakin sulit melupakannya. Setidaknya itu diakui bos Arsene Wenger selepas pertandingan melawan The Reds di Anfield.
Sayangnya dengan kualitas yang telah kami miliki kami kehilangan Robin, tapi kami tidak bisa berbuat apa-apa terhadap itu." Aku Wenger kepada Sky Sports.
Bagaimanapun, Arsenal sudah menjadi masa lalu bagi van Persie, apalagi bergabung dengan United adalah keputusannya sendiri, demi meraih trofi pertama dalam karirnya dan gelar liga ke-20 United, seperti yang dinyatakannya di konferensi pers perdana ketika ia diperkenalkan sebagai rekrutan terbaru klub.
“Saya memilih nomor punggung 20 karena saya ingin meraih gelar Manchester United yang ke-20.”
Dan ketika van Persie menginginkannya, ia bisa mendapatkannya. Van Persie datang, van Persie lihat, van Persie menang. Veni, Vidi, van Persie.