Dear God... mengapa tantangan untuk novel perdana begitu berliku... #selftoyor
Dear temans... kali ini, saya mencoba menantang diri saya sendiri demi selesainya novel yang saya garap. Setelah dipastikan gagal dengan jalan 'tenggat waktu', kali ini saya mau coba cara lain, yaitu membuat cerita bersambung alias CerBung.
CerBung ini adalah sebenernya novel yang saya sedang garap. Dulu sempat rajin karena saya memiliki teman-teman kantor yang bersedia membaca bab per bab tiap hari Jumat. Jika saya tidak 'nyetor' bab ke mereka, saya akan traktir mereka makan sepuasnya.
Berhubung saya udah pindah kantor, tantangan tersebut pun luntur. mengingat sekarang saya bekerja di rumah alias homeworking alias virtual office, maka dipastikan saya tidak punya temen kantor yang bisa dimintai tolong.
Maka dari itu, saya mencoba minta bantuan dari temen-temen yang rajin main di blog saya untuk 'menyemangati' saya menyelesaikan cerita ini. Caranya? menjadikannya CerBung?
Wah, ga rugi tuh kalo udah selesai nanti novelnya malah gak ada yang mau beli novel saya karena udah baca di blog? hmm... ga perlu takut sih. karena, rencana saya, CerBung-nya dibikin gantung, seiring selesainya novel yang saya garap. Berarti, kalo pengen tau ending-nya, ya reader kudu beli buku saya. hihihi...
Well, dengan ini CerBung saya resmikan. dan akan diposting perbabnya setiap hari Senin :)
Here my baby, CerBung berjudul 'Present'. Comments are extremely needed. Enjoy... :)
Senin, 21 Mei 2012
Jumat, 18 Mei 2012
I Am Blessed
Gue
bingung mau ngambil judul apa di #ngeblogramerame #9 ini, karena kali ini kami
akan menjabarkan 10 hal yang kami syukuri ada di kehidupan kami.
Akhirnya
gue putusin ambil judul ‘I am blessed’, explaining
I feel blessed to have those 10 things in
my life.
Berikut
10 hal yang membuat saya merasa diberkati dan bersyukur.
- Jesus Christ, my dear God and Savior.
Sama sekali tidak menyinggung SARA disini, tapi gue ingin menunjukkan betapa
gue bersyukur menjadi orang yang beragama dimana banyak orang memilih untuk
tidak mempercayai apapun. Memegang teguh keyakinan gue terhadap agama gue dan
percaya selalu kepada-Nya membuat gue memiliki kekuatan untuk menghadapi segala
persoalan. Because I know, when the
troubles come and hit me down, He is the only one who never let me to face them
alone. Thank you, God.
2. Mom. Gue beruntung memiliki sosok seorang Mama yang tahan banting. Perceraian, bangkrut, penghinaan semua udah Mama hadapi, tapi tidak sekalipun gue lihat Mama nangis. Mama berani mengambil keputusan terbesar dalam hidupnya demi anak-anaknya. Lucunya, ketika segalanya sudah menjadi baik, Mama malah doyan nangis, terutama kalo lagi kangen ama gue. Hihihi. Gue gak bakal bisa jadi sarjana kalo gak gara-gara tekad nyokap jungkir balik biayain anaknya. Thank you, Mom.3. Lil sister. Fifian Oktaviani Simanjuntak, my beloved sister. Gue dan adek berbeda umur 5 tahun. Masih inget banget di kepala gue gimana cemburunya gue pas dia lahir ke dunia. Semua perhatian keluarga besar gue, termasuk ortu, lari ke dia, padahal gue udah terbiasa dimanja banget. Alhasil, dulu sempet gue suka bikin adek gue yang masih bayi, nangis. Tujuannya, biar Mama repot diemin adek. Hehehe.. Namun, ketika perasaan saling memiliki itu datang, terutama ketika perpisahan ortu gue, gue merasa bersyukur memiliki dia. Dia membuat gue tidak kesepian. Dia menjadi alasan gue untuk tidak menyerah dalam hidup, menjadi pribadi yang bisa menjadi panutan buat adek gue. That’s why, adek gue lebih deket sama gue dibanding ama ortu.4. Dad & stepmom. Hubungan gue dengan bokap memang kurang ideal. Tapi, bagaimanapun, peran bokap besar dalam hidup gue. Kalo bukan karena beliau, gue ga bakal doyan sepakbola. Bokap yang dari kecil selalu ngajak gue nonton bola. Awalnya, mama nentang banget gue suka bola, tapi bokap dukung hobi gue habis-habisan, sehingga akhirnya mama ngalah. Hihihi… bokap lah orang yang sejak awal menyadari potensi gue dalam menulis dan selalu mendukung gue untuk terus menulis dan menjadi jurnalis, mengingat dia mantan wartawan salah satu tabloid olahraga terkenal di Indonesia. Mama selalu bilang, bokap adalah sosok ayah yang baik, namun buruk sebagai suami. Hwahahaha… well, it’s true. Sebelum bokap ketemu stepmom pastinya. Bokap banyak mengalami perubahan setelah nikah lagi. Stepmom berhasil merubah temperamen bokap, tunduk banget dah bokap, heran gue. Hihihi… sampai sekarang, hubungan gue dan stepmom baik-baik aja. Dia rajin nanya kabar gue. Orangnya sabar banget. Gue bersyukur dia bisa hadir dalam kehidupan bokap dan menerima bokap apa adanya.5. Indomanutd. Gak bakalan bosen gue merasa bersyukur telah mengenal keluarga besar Indomanutd. Banyak hal yang tanpa sadar mereka berikan kepada gue. Banyak banget, sampai bingung mau nulis apaan. Intinya, bagi yang mengenal sosok gue sekarang, ya itu semua salah satu faktornya karena Indomanutd. Dan besok, kami akan national gathering di Semarang!! Gak sabaaaar…. (ngetiknya udah kelewat heboh nih. Hihihi..)6. Cousins. Gue deket dengan para sepupu gue, ada juga yang kaga sih. Well, let’s mention them. Kak Corry, Kak Dewi, Irma, dan Friska. Setiap orang punya permasalahannya sendiri-sendiri, begitu juga dengan kami. Namun, kami saling mendukung satu sama lain. Kalau gak ada mereka, mungkin gue bakalan semakin males ngumpul di acara keluarga besar. Hihihi…7. Friendship. Gue selalu bilang, people come and go. Tapi gue merasa beruntung di era manapun, gue gak pernah kekurangan teman. Meski banyak yang bikin gue kecewa, namun ada aja teman-teman baru yang muncul dan lebih baik dari sebelumnya.8. Wild and unlimited imagination. Salah satu karya Tuhan yang baik banget diberikan kepada gue, yaitu talent dalam menulis. Kala gue menulis, imajinasi heboh menari di pikiran gue, even sometimes I can’t control it! Misal, lagi tidur-tiduran, kerja, nonton dan lain-lain, ada aja ide yang muncul dari imajinasi tersebut. Hanya sayang, belum tertampung aja, karena terkadang malesnya ini loh! Masih ngerjain satu persatu dulu. Hehehe…9. L. Sopo tuh ‘L’? Dia yang pernah (atau mungkin masih, Essy? :D) ada di hati gue. Itu bukan sebuah inisial namanya. Atau ‘L’ itu maksudnya ‘love’? bisa.. bisa. Tapi bukan itu alasannya. Let me explain, ada yang pernah nonton Deathnote? Atau baca manga-nya? Bagi yang belum tau, ‘L’ atau Light Yagami adalah tokoh utama dari cerita detektif tersebut. Kalau diceritain, bisa panjang nih. Googling aja yak? :D. Kenapa gue namain dia ‘L’? Karena secara fisik, dia mirip ‘L’, gak pake bungkuk tapi :D. Selain fisik, kecerdasan dan kemisteriusan ‘L’ juga mirip dia. Bisa dikatakan, dia adalah cinta pertama gue, karena gue gak pernah merasa sebegitu kehilangan dan susah ngelupain seseorang yang gue suka sebelumnya. Gue merasa beruntung pernah mencintai (dan mungkin dicintai) oleh L. Selain karena beberapa hal pribadi yang pernah dia berikan ke gue, dialah orang pertama yang menyadarkan gue kalo gue bisa mencintai seseorang. Di saat gue merasa tidak bisa jatuh cinta, dia datang. Di saat gue merasa begitu trauma sehingga yakin pintu hati ini tidak akan pernah dimasuki seseorang, ehh dia nyelonong masuk aja tanpa gue sadari. Meski sekarang dia sudah memiliki orang lain dan meninggalkan gue yang masih mengumpulkan serpihan hati yang berserak (halah :D), namun gue sangat bersyukur dia pernah ada dalam hidup gue. Thank you, L.10. Life. Orang yang tidak pernah berpikir atau sempat menyerah dalam hidup, mungkin tidak akan merasakan betapa berharganya kehidupan yang dia punya. I do. Gue bersyukur tidak jadi menyerah dan melanjutkan hidup. Karena justru berkat dan rasa syukur kesembilan hal yang sudah gue sebutkan itu dapat gue rasakan setelah gue menikmati hidup.
Jumat, 11 Mei 2012
Partner In Crime
Jakarta, pertengahan tahun 2009. Masih pedekate :P
Sahabat.
Best friend. Buddy. Belahan Jiwa. Soulmate. Partner in crime…
Terserah
sebutannya apa. Yang penting intinya, tema #ngeblogramerame #8 didedikasikan
untuk para sahabat kami.
Bagi
gue, menemukan sahabat dan jodoh itu sama susahnya. Lika-liku persahabatan juga
gak kalah ribet dengan lika-liku percintaan.
Dan,
sama seperti kisah cinta, kisah persahabatan gue juga sering gagal… (ini
sekalian curhat tentang cinta. Hihihi..)
Seperti
cerita-cerita gue sebelumnya, sudah banyak banget orang yang gue sebut sahabat.
Sampai gue bingung, apakah gue gak ngerti arti persahabatan? Atau gue terlalu
cepat memberi label ‘sahabat’ kepada orang-orang tersebut?
Gue
sempet benar-benar dikecewain sama mereka yang pernah gue anggep sahabat. No need to mention their names. Tapi yah
cukup tahu saja dan memberi gue pelajaran untuk membedakan mana yang
benar-benar tulus atau mana yang hanya ingin menguntungkan dirinya sendiri
dengan bersahabat dengan gue.
Pas
awal kuliah di Medan, tahun 2007 lalu, gue sempet males untuk mencari teman
dekat lagi. Capek bok dikecewain.
Lalu,
dia datang.
Namanya
Angel. Awal perkenalan kami tuh cukup unik, karena IndoManUtd juga. Saat itu
gue masih sebagai korlap @indomanutd_mdn. Salah satu sesepuh @indomanutd, bang
@7abrik, ngasih nomor hp gue ke Angel karena dia pengen gabung nonbar bersama
IndoManUtd Medan. Singkatnya, di akhir April atau awal Mei 2009 (gue lupa
tepatnya :D), telepon lah si Angel, pengen nonbar. Gue lupa kapan harinya, tapi
jadwal nonton bolanya cukup awal, masih sore menjelang malam gitu. Itulah
pertama kalinya kami ketemu.
Kami
janjian nonbar lagi saat final Liga Champions antara Manchester United melawan
Barcelona, tanggal 28 Mei 2009. Kenapa gue inget? Karena itu pas ultah gue,
jelas gue inget. Hihihi..
Acara
nonbar diadakan di sebuah hotel cukup ternama di Medan, dimulai jam 02.30.
Tapi, berhubung kost gue punya jam ‘cinderella’, alias tutup jam 11 malem,
alhasil gue harus keluar kost sebelum jam segitu. Beruntung, Angel mau jemput
gue, dianter supirnya. Padahal masih tiga jam lebih menjelang laga!
Dan,
disitu pulak gue baru tau sebenernya dia ngefans klub apa. Barcelona! Karena dia
datang dengan kaos desain final-nya Barca. Dalem hati gue mikir, nekad juga nih
cewe. Kan dia bakalan duduk di tengah-tengah fans MU!
Whatever it was.
Kami udah ngerencanain sebelumnya mau ngapain aja sebelum nonbar. Kami pun
makan malam di warung tenda seberang venue nonbar. Disitu kami ngobrol ngalor
ngidul. Sekitar jam setengah satu pagi, kami masuk ke hotel, mampir ke toilet.
Eh, doi ngucapin selamat ultah, orang pertama gitu. Hehehe…
Singkat
cerita, mulai saat itu kami jadi deket banget. Gak tau kenapa, gue melihat diri
gue di dalam diri dia. Kami sama-sama orang yang cerewet, berpikiran kritis, dan
keras kepala. Ehh, dia lebih keras kepala sih. Hwahahaha…
Fisik
kami juga mirip. Tinggi kami sama, bentuk tubuh nyaris mirip. Bahkan, sebelum
rambut gue pendek kayak sekarang ini, rambut kami panjangnya sama dan berponi!
Sampai-sampai, gue bisa ngibulin petugas bandara!
Ceritanya
begini. Maret tahun 2011 kemarin, gue dan Angel pergi ke Bandung. Kami udah
pesan tiket pesawat jauh-jauh hari, tepatnya dia yang mesen karena dia emang
doyan banget hunting tiket murah. Ternyata, sehari menjelang keberangkatan,
tiket gue gak kebayar pake kartu kredit dia. Miskomunikasi gitu. Walhasil, gue
make tiket dia, sementara dia beli tiket lagi. Pesawat kami pun berbeda. Dia terpaksa
transit ke Jakarta dulu dengan penerbangan satu jam lebih awal dari penerbangan
gue.
Nah,
kocaknya, petugas bandara bisa terkecoh gitu. Sengaja rambut gue miripin sama
foto di KTP dia. Poni gue yang sebenernya poni pinggir, gue jadiin ke depan
semua, sesuai dengan poni dia. Teruuusss… mata gue sipit-sipitin gitu selama
pemeriksaan :D
Loloslah
gue. Hwahahahaaa….
Sekarang,
meski gue udah di Jakarta, hubungan kami gak putus begitu aja. Layaknya orang
pacaran, kami ber-long distance relationship ria :D
di Paris Van Java, Bandung, Maret 2011
Orang
bilang, sahabat yang baik itu sahabat yang bukan hanya menerima baik dan
buruknya diri kita, tapi juga membawa perubahan yang baik dalam pribadi kita.
Dan gue merasakan seperti itu sejak bersahabat dengan Angel.
Angel
bukan sekedar tempat curhat gue sebagaimana dia menjadikan gue tempat
curhatnya. Siapa-siapa aja pria yang pernah dekatin gue atau yang gue cinta,
dia tau semua. Dan Angel itu iseng tingkat dewa. Pernah, waktu gue lagi
deket-deketnya sama cowo yang gue namain Harris (yang belum tau, cek aja
postingan gue sebelumnya. Hehehe), Angel suka banget godain Harris tentang gue,
atau godain gue tentang Harris. Malah pernah berkali-kali, dia sengaja ‘mempertemukan’
kami di statusnya.
Ehh..
tapi ini biasa ya, kalo sahabat tau tentang kisah cinta sahabatnya. Well, yang
luar biasa dari dia, dan sebelumnya tidak ada orang yang tau. Gue sempet
mengalami krisis kepercayaan kepada Tuhan. Gue sempet capek berdoa dan berharap
kepada Tuhan karena seolah-olah Tuhan tidak mendengar karena doa gue gak pernah
terkabul. Gue sempet hanya merasa gereja adalah sekedar kewajiban setiap
minggunya, tanpa ada perasaan kerinduan untuk datang kepada Sang Pemilik
Kehidupan.
Angel
tau dan menyadari itu, karena memang gue udah cerita seluruh kisah hidup gue
sama dia. Yah, sengaja cerita untuk seperti tes apa dia bersungguh-sungguh
menerima gue apa adanya dan tidak meninggalkan gue. Ternyata, dia benar-benar
tulus.
Suatu
saat, dia mulai ngajakkin gue gereja bareng dia. Sekian lama gue ngeles, tapi
akhirnya entah bagaimana, gue ikut ke gereja dia. Sampai akhirnya, di saat
sudah beberapa kali gereja bareng, khotbah pendeta ngena banget. Menangislah
gue sambil berlutut, cukup lama. Angel diem aja. Setelah pulang gereja, dia
baru ngomong, “Baru pertama kali, gue ngeliat lo nangis segitunya.”
Kerinduan
gue kepada Tuhan akhirnya muncul lagi. Kami semakin sering gereja bareng. Dia
memperkenalkan gue ke orang-orang rohaniawan untuk semakin menumbuhkan rasa
cinta gue sama Tuhan. Thank you, Lord,
for sending me an angel named Angel.. :’)
Dia
membawa perubahan dalam kehidupan gue, dan Puji Tuhan, dia juga merasa gue
memberikan banyak pelajaran buat hidupnya.
Dia
selalu mendukung segala keputusan gue, menyemangati. Wah, banyak banget. Gue
inget bagaimana dia selalu berusaha nemenin gue nonbar tengah malem. Sekarang? Malah
gak pernah nonbar lagi semenjak gue di Jakarta. Hihihi..
Akhir
tahun ini, dia bakalan married. Mengingat curhatannya dulu tentang crush-nya dan tentang sang calon, gue
turut senang dengan kebahagiaan yang akan dia temui sebentar lagi. Dan, betapa
terhormatnya gue, karena dia meminta gue untuk jadi bride’s maid-nya.
Yang
gue harapkan sekarang, persahabatan kami bisa sama seperti pernikahan, sampai
maut memisahkan. Thank you, Angel. For
always being there when I need someone… :’)
Jumat, 04 Mei 2012
Ketika Aku Masih Imut-Imut
BREAKING
NEWS!! Beberapa orang di tempat yang berbeda, mengalami muntah yang hebat di
tepat di depan komputer, laptop, blackberry, iPad, Android, dan lainnya setelah
membaca judul di atas.
Hihihihi…
Selamat
datang kembali ke #ngeblogramerame #7. Temanya kali ini adalah kenangan masa
sekolah. So, jangan complain dengan judul itu, wong emang dulu gue imut kok :p
Gue
bingung mau nyeritain yang mana, kenangannya banyak sih. Bakalan panjang banget
dah nih.
Oke,
mau certain sekilas pas gue masih TK. Karena mulai masa itulah gue pernah candu
akan satu hal: disayangin guru. Hihihi…
Sejak
TK, secara akademik gue pinter. Sombongnya, yang namanya 5 besar buat gue itu
sama kayak orang lagi ngupil. Gampang. Perumpamaannya gak enak banget ya? :p
Karena
gue pinter, jadi guru-guru suka tutup mata sama tingkah gue. Kagak kok, gue gak
bandel. Atau belum bandel. Cuma pas TK, gue sering terlambat sekolah karena:
gak bisa ngancingin seragam!
Mama
dulu tuh keukeuh banget nyuruh gue make baju sendiri. Walau gue udah ngeluarin
senjata pamungkas, seperti ngambek dan nangis, tetep nyuruh gue belajar. Kalo
udah hampir telat dan belom kelar juga ngancingin baju, baru deh pembantu gue
beraksi. I was a spoiled rich lil girl.
Harap maklum. Hehehe..
Sambil
jalan aja ya certain tentang ‘disayang guru’ ini. Karena ada hal lain yang
selalu ada selama gue sekolah: sahabat cowok.
Di
TK gue, namanya TK Burung Pipit, gue sempet punya temen namanya Michael. Yang
unik dari dia, rambutnya ada buntut gitu kayak Michael Jackson. Gue rasa
ortunya ngefans berat ama Jacko. Gue lupa apa yang membuat gue deket sama dia.
Yang jelas, satu-satunya temen TK yang namanya gue inget cuma dia.
Pas
SD, gue tiga kali pindah sekolah. SD pertama gue di SD St. Bellarminus Bekasi.
Saat itu, gue punya sahabat sekaligus tetangga. Namanya ampe sekarang masih
inget: Alexander Andrew Mailoor. Dia partner
in crime gue abis. Tiap pulang
sekolah, gue pasti main ke rumah dia, main SEGA. Game favorit kami Street
Fighter. Dia jago banget mainnya, ampe pelit banget ngasih gue kode di stick
buat ngeluarin ilmu-ilmu. Hihihhi.. Kami juga sering berantem. Berantemnya itu
alasan sederhana banget: cari perhatian guru. Kalau salah satu dari kami udah
dipuji guru dan yang lainnya enggak, udah deh perang mulut atau diem-dieman. Bayangin
aja, setiap hari gue berangkat bareng dia ke sekolah dianterin supir dia, terus
situasinya kami lagi berantem. Seru dah :D
Di
Bellarminus, karena prestasi gue, pas kelas dua gue dapet beasiswa setahun.
Sayangnya, di kelas tiga gue gak dapet ranking. Tepat pulak keluarga gue
bangkrut. Walhasil, gue pun pindah ke sekolah negeri.
Kenapa mendadak kangen Andrew
begini?
SD
kedua gue, SDN 18 Duren Sawit Jakarta Timur. Gak banyak kenangan yang gue
inget, selain gue dapet ranking 1 (lagi), karena gue hanya setahun disana.
Bokap dapat bisnis di Medan, mau gak mau gue ikutan pindah.
Di
SD ketiga gue, pas awal kelas 4, gue mengalami culture shock. Bandel-bandel banget disini, SDN 73. Tapi, akhirnya
gue cepet dapat temen dan cepet disayang guru karena, sekali lagi, gue pinter.
Dan mungkin karena zaman gue anak-anaknya cepet akil baliq, pemegang ranking
satu sebelumnya, namanya Reza, naksir gue. Dia nembak. Pacaran deh gue. Hwahahahaha…
Tapi
pacarannya cuma seminggu doank. Doi kecil-kecil playboy cuy. Hwahahaha…
Gak
sih, lebih tepatnya lebih enak sahabatan. Selain Reza, gue sahabatan sama
Ichsan dan Dicky. Dua nama ini preman abis, doyan berantem, terutama Dicky.
Kalau ada anak sekolah lain yang ganggu gue, tinggal ngadu sama Dicky, diajak
berantem deh. Hihihi…
Di
SD ini tingkat menjadi anak kesayangan guru parah habis, bahkan kepala sekolah
ikut-ikutan karena gue sering bawa nama harum sekolah, misalnya juara cerdas
cermat. Tingkat kecil-kecilan aja kok. Hehehe…
Ada
satu guru lagi, namanya Pak Rajagukguk. Dia guru olahraga dan sayang banget
sama gue. Karena di bidang ini gue sering diikutin lomba, terutama renang dan
senam. Bapak ini pernah coba-coba ngikutin gue ke lomba atletik dan langsung
kalah. Abis itu, doi kapok ngikutsertain gue di atletik. Hihihi… Tapi di dua
cabang olahraga lain, enggak. Di otak gue masih terpatri senyuman dia tiap ada
guru-guru sekolah lain yang Tanya dan puji gue.
Apa
kabar Pak Rajagukguk? J
Tingkat
rasa sayang guru emang kelewatan banget. Pernah, suatu kali ada demo
besar-besaran supir angkot selama 3 hari di Medan. Gue adalah satu-satunya
murid yang tinggal paling jauh. Mengingat rencana demo sudah diberitakan
sebelumnya, gue udah ancang-ancang ke sekolah jalan kaki. Masuk jam setengah
delapan, gue berangkat jam 6 kalo gak salah. Itupun masih terlambat. Ada
beberapa anak yang datangnya terlambat juga, tapi rumah mereka deket. Pas
kepala sekolah tau gue terlambat, gue langsung disuruh masuk kelas. Yang lain? Dihukum.
Hehehe…
Di
hari yang sama, sebelum jam pulang sekolah, kelas gue (saat itu gue udah kelas
6), dihukum guru karena berisik banget. Kami dihukum telat pulang setengah jam.
Selama dihukum, gak boleh keluarin suara sedikitpun. Tiba-tiba, Pak Rajagukguk
datang ke kelas gue, bilang ke wali kelas kalo gue disuruh pulang bareng dia
mengingat angkot kaga ada. Sekelas pada protes.
Ada
lagi contoh lain. Pas kelas 5, wali kelas gue bikin daftar piket kelas. Nama gue
gak tercantum. Pas dikomplain ama temen-temen, katanya gue gak usah piket.
Sumpah,
gak adil banget. Tapi enjoy :p
Gue
sempet ‘kehilangan’ disayangin guru pas SMP kelas 1. Gue sekolah di SMP Markus
dan langsung dapat kelas orang-orang pinter. Guru-guru berharap lebih sama
kami, gak ada yang dispesialin. Tapi, seiring berjalannya waktu, guru
matematika menaruh perhatian lebih sama gue karena gue pinter disitu.
Sebenernya bukan gue yang pinter, bapaknya emang jago ngajar. Di akhir
caturwulan pertama, gue dinobatkan sebagai peringkat tertinggi dari 3 kelas.
Gue dapat beasiswa. Tapi, sayang gak diambil karena keluarga gue balik lagi
Jakarta.
Di
sekolah baru, SMP Budaya, dengan cepat gue kembali disayang guru :D disini juga
gue untuk pertama kalinya mengerti arti persahabatan. Disini gue mengenal
gank-gank ga penting yang isinya cewe cantik nan pinter. Gue sempet diajak
gabung, tapi gue nolak.
Kembali,
gue deket sama para cowok, padahal cowok-cowok disini bengalnya ampun deh. Ada
dua sahabat gue saat itu, Gafur dan Deden. Yang pertama bandel preman, yang
satu baik banget. Keterikatan antara kami: pencinta klub Italia. Gafur fans
Milan (dan Madrid), Deden fan AS Roma. Saya? Juventus donk ahh…
Pas
di kelas 1 caturwulan kedua, Gafur itu sosok paling menyebalkan semuka bumi.
Demen nyari berantem, godain cewe, wah bandel banget. Gue males banget liat dia
pokoknya, sementara gue udah temenan sama Deden.
Masuk
ke kelas dua, gue sebel harus sekelas lagi sama Gafur, tapi untung ada Deden. Tapi,
lucunya, di kelas dua itulah gue sama Gafur deket. Berawal dari gue sama Deden
main tebak-tebakan nama klub bola dari huruf A sampai Z. Eh, si Gafur denger.
Dia nimbrung. Sejak itu tak terpisahkan, ada aja yang diomongin, terutama bola.
Gafur pun berubah. Nakalnya berkurang, tapi tetep genit sama cewek. Hanya gue
yang gak dibandelin dan dijaga.
Pas
kelas 3, gue denger dari sahabat gue sampai sekarang, Melly, kalo dua-duanya
suka sama gue, tapi milih jadi sahabat gue aja karena prinsip gue yang udah
mereka tau: pantang pacaran ama sahabat.
Padahal,
mereka sampai saat ini gak tau aja, gue pas kelas 3 naksir ama si Gafur.
Hwahahaha… woy, Gafur. Gue pernah naksir ama elu. Naksir doank ya, ga pake suka
apalagi cinta :p *selftoyor*
Well,
gue sayang sama mereka, karena memang mereka baik banget, dengan ciri khas
mereka masing-masing dalam ngasih perhatian sama gue. Misal, Deden. Tiap hari
bisa nelpon gue. Dan paling cepet setengah jam!
Tepatnya
seperti ini, sama Deden gue bisa manja, sama Gafur gue bisa bandel iseng gitu.
Ini
udah kepanjangan kayaknya, tapi masih banyak euy. Hehehe…
Suatu
kali, ada anak baru di kelas 3, namanya Vivin. Secara kilat, gue deket sama
dia. Dan secara kilat juga, dia suka sama Gafur. Dia tau, bahwa satu-satunya
cewek yang deket ama Gafur adalah gue.
Suatu
waktu, pas gue lagi ngapus papan tulis, datanglah Vivin. Dia mohon sama gue,
supaya gue jauhin Gafur karena dia pengen nembak sohib gue itu. Dalam hati, yee
siape elu. Masih anak baru juga. Tapi, akhirnya gue iyain aja. Cara gue jauhin
Gafur, gampang. Pancing dia marah. Selesai. Gue disuruh guru fisika untuk nulis
beberapa bahasan di papan tulis. Gue sengaja nulis cepet, terus gue hapus. Terus-terusan
kayak gitu, karena si Gafur emang males nulis. Pas banget, dia marah. Dari tempat
duduknya, dia ngelempar pulpen ke papan tulis pas guru lagi gak ada. Yang dia
gak tau, gue nulis sambil nangis. Karena saat itu gue sadar akan kehilangan
sohib.
Mulai
dari situ, dia diemin gue. Besoknya, dia jadian ama Vivin. Bukannya gue yang
sebel, tapi malah Melly karena Melly lihat dan tau sendiri apa yang Vivin minta
ke gue. Melly sempet pengen bilang yang sebenernya ke Gafur, tapi gue jawab:
Biarin aja. Selama sebulan, dia gak mau ngomong sama gue. Sampai akhirnya, dia
ngeliat gue nangis sama temen sebangku, Dinda, karena lagi kangen nyokap. Dua hari berturut-turut gue mimpiin nyokap. Temen-temen
sekelas memang pada tau ortu gue cerai karena di hari perceraian itu, gue
nangis sejadi-jadinya di pojokkan kelas dan sekelas kompakan kasih alesan ke
guru kalau gue sakit. Mereka juga tau gue tinggal ama bokap.
Siangnya,
pas pulang sekolah, Gafur nyamperin gue, nganterin gue pulang.
Gak
berapa lama, dia ama Vivin putus. Gak tau alasannya kenapa. Nah, lupa kapan pastinya,
si Melly certain dah kisah itu.
Langsung, Gafur datang ke meja gue. Pembicaraannya masih gue inget ampe
sekarang.
Gafur : Heh! Siapa suruh lo ngelakuin kayak gitu?
Gue : Apaan? (masih ga ngeh)
Gafur : Si Vivin. Ngapain juga lo pake mau segala?
Gue : (mengkerut di tempat, lagi galak sih) Oh
itu. Ya udah, kan udah lewat juga.
Gafur : Inget ya. Sekali lagi lo ngelakuin kayak
gini, awas lo! Gue lebih baik gak punya pacar daripada kehilangan lo…
Gue : ………
Lagi
mikir… hidup gue kayak sinetron begini..
Well,
sampai sekarang gue masih berhubungan sesekali sama Deden. Tapi Gafur gak. Dan
lucunya, gak ada satupun temen SMP gue yang tau dia dimana sekarang.
People come and go…
Masuk
ke SMA, gue banyak belajar hal. Perubahan banyak terjadi, seiring perubahan
yang terjadi keluarga. Gue bukan lagi si ranking 1, lebih menjadi kuda hitam.
Untuk pertama kalinya, gue beberapa kali diomelin sampai dihukum guru. Untuk
pertama kalinya gue ngerasain dijauhin temen-temen.
Untuk
pertama kalinya, gue bisa melihat mana pertemanan yang tulus mana yang enggak.
Untuk
pertama kalinya menyadari hidup itu bukan terima enaknya saja, tapi juga butuh
perjuangan.
Dan,
saya bangga menjadi bagian SMAN 103…
Tulisan
ini saya dedikasikan kepada semua orang yang saya kenal dalam rentang waktu
tersebut. Untuk para guru, teman-teman, semuanya… terima kasih banyak…
Jumat, 27 April 2012
My First Job
Salam
hari Jumat! Salam hari #ngeblogramerame ! :D Gak menyangka udah postingan yang
ke-6 yang berarti sudah 6 minggu project ini berjalan. Udah bisa dijadiin buku
gak nih, temans? Hihihi…
Temanya
tentang first job, atau bahasa
kerennya pekerjaan pertama. Segala hal yang berhubungan dengan ‘pertama’ pasti memorable. Misalnya, cinta pertama,
malam pertama, pacar pertama, ciuman pertama….
Aiiihhh…
fokuuuussss…. =))))
Banyak
orang, apalagi yang berstatus fresh graduate, menganggap pekerjaan pertama
adalah mencari pengalaman. Yang penting kerja dulu. Hanya segelintir orang
yang langsung bekerja sesuai impiannya di first
job mereka. Ahh.. beruntungnya. Beruntung karena masih banyak orang-orang
disana yang bekerja tidak sesuai dengan impian. Atau tipe lain, mereka masih
mencari desire mereka meski sudah
bekerja berkali-kali.
Saya
masuk ke kategori pertama. Pekerjaan pertama saya bukan impian saya dan memang
sengaja untuk sekedar mencari pengalaman. Posisi pertama saya sebagai marketing
di sebuah perusahaan media iklan lowongan kerja internet yang cukup ternama.
Buat yang belum tau kantor lama saya, tebak-tebak aja ya? Ada berapa perusahaan
yang jenis ini sih di Indonesia? Hihihi…
Awalnya
saya melamar itu dapat info dari teman Indomanutd, si Buzz Fidel
@fideliskrisna, yang saat itu juga berstatus karyawan perusahaan tersebut.
Memang katanya butuh banyak banget menginga expansi yang sedang dilakukan. Saya
yang sebulan lebih berstatus pengangguran dan masih keukeuh ngejar impian
sebagai jurnalis olahraga, saat itu sedang hopeless
untuk ngejar impian saya. Akhirnya, saya melamar. Yah hitung-hitung sebagai
batu loncatan. Dan mana tahu malah dapat pekerjaan sebagai jurnalis malah lebih
mudah. Kan kantornya tentang lowongan kerja. Ya bisa donk ngajuin diri dulu ke
si client? Hihihi..
Just kidding…
Proses
penerimaannya sangat cepat. Intinya sekitar dua minggu kemudian saya diterima. Tanggal
11 juli 2011, resmilah saya menjadi karyawati.
Pekerjaannya
sebenernya gampang. Di kantor, posisi saya sebagai New Sales Executive (NSE).
Jadi sebagai marketing, saya mencari client
baru, yaitu perusahaan-perusahaan yang sama sekali belum pernah pasang iklan
lowongan kerja di perusahaan kami. Data perusahaan tersebut sudah ada, jadi
para NSE cukup menelepon saja! Ya, sesekali jika ada client yang minta dipresentasikan, saya akan datang ke kantor
mereka. Mudah kan? Yang namanya marketing, yang penting keahlian berbicaranya
alias keahlian menggombal. Hihihi…
Tapi
ternyata, susah juga. Alasan pertama, karena data-data perusahaan yang harus
dihubngi itu ternyata kebanyakan perusahaan yang udah sering dihubungi oleh
marketing-marketing lain. Walhasil, banyak yang hiding alias menghindar. Tidak jarang juga saya langsung ditolak
mentah-mentah atau bahkan diomelin karena client merasa terganggu dihubungin
terus. Berhubung saya orangnya sensitive,
langsung sedih kalau diomelin orang, jadi sempet beberapa kali pengen resign aja :D. alasan kedua, jelas
target perusahaan. Namanya juga marketing, pasti punya target yang dibebankan.
Targetnya ada dua, pertama kuantiti client alias total jumlah client. Yang
kedua, value, yang berarti total rupiahnya. Semua target itu dihitung perbulan.
Di
awal-awal saya kerja, target yang saya capai masih kecil, belum nyampe setengah
dari yang dibebankan perusahaan. Gimana mau achieve,
skill ngegombal aja saya belum fasih walau product knowledge sudah di luar
kepala. Saya bener-bener takut nelponin, takut diomelin. Padahal target
menelepon juga ada, 50 client perhari! Walau gitu, saya gak pernah capai 50. Hehehe..Saya
selalu cek history call di sistem. Kalau
belum pernah dihubungi, saya telponin deh :D
Karena
tidak ada perkembangan berarti dalam mencapai target, saya gunain skill lain yang memang saya sadari saya
punya, yaitu menulis. Pertama, saya mencari email-email perusahaan di koran atau
competitor. Lalu, mulailah saya
menulis proposal, memberitaukan tentang product
perusahaan ke mereka dengan bahasa saya, tidak formal namun juga tidak memakai
bahasa gaul. Proposal tersebut kemudian saya kirimkan ke ratusan email yang
berbeda tiap harinya.
Cara
saya berhasil. Jumlah client dan value saya meningkat. Pencapaian saya
perbulannya bisa lebih dari 70 persen, malah pernah nyaris 100 persen. Memang,
jumlah call saya jadi berkurang, tapi bos saya malah bilang masa bodoh. Yang penting
penjualan tinggi. Hahahaha…
Temen-temen
saya yang lain bukan tidak mengirimkan email, tapi malah gak ‘nyangkut’ sama si
penerima email. Setelah dievaluasi, bos saya menilai kata-kata di proposal saya
lebih menarik daripada temen-temen. Akhirnya, temen-temen satu tim ikutan gaya
bahasa saya atau saya disuruh mengecek gaya bahasa proposal mereka. Bagi-bagi
ilmu.
Saya
tidak menyesal pernah bekerja disana, karena saya banyak menemukan orang-orang
baru lagi, belajar karakter-karakter dari client
saya. Bagaimana menghadapi orang yang dominan, tegas, pendiam, monoton,
cerewet, dan sebagainya. Wah, menyenangkan banget. Lumayan menambah imajinasi
saya di karakter-karakter novel yang saya garap.
Saya
juga nambah temen. Banyak client saya yang masih bbman sampai sekarang. Tidak sering
juga heboh ngajak saya jalan, karaokean, ketemuan deh, padahal saya tau mereka
orang sibuk. Posisi mereka di kantor kan HRD dan banyak juga owner-nya langsung. Tapi, tetep aja
heboh ngajak ketemuan :D
Hal
seru lainnya, ditawarin kerja! Sangat sering saya ditawarin kerjaan sama
mereka. Malah ada yang ngotot jadiin saya asistennya, yang berarti saya harus
kerja dan tinggal di Singapore karena kantor pusatnya disana. Bukannya gak mau,
tapi biaya hidup disana kan mahal. Hehehe…
Sekarang
saya sudah resign, dengan beberapa
alasan pastinya. Sedih sih, karena saya meninggalkan temen-temen. Banyak client yang juga sedih saya resign
karena udah nyaman dengan saya. Eh, ujung-ujungnya ditawarin kerja :D
Tapi,
saya tidak menyesal. Karena pekerjaan baru saya sekarang adalah impian saya, and my
desire. Thank God… J
Langganan:
Postingan (Atom)






