Tampilkan postingan dengan label IndoManUtd. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IndoManUtd. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 April 2012

Happy Birthday, Indomanutd Medan



Tulisan ini saya dedikasikan sepenuhnya untuk Indomanutd Medan. Tiga tahun penuh makna, penuh pembelajaran menuju kedewasaan.
Tepat hari ini, Indomanutd Medan menambah usianya yang ke-4. Iya, di tanggal 26 April 2008 yang lalu, Indomanutd Medan resmi menjadi kota ke-4 regional Indomanutd. Bahasa yang bikin teduhnya, resmi menjadi bagian dari keluarga besar Indomanutd.
Sebenernya, jauh dari tanggal ini, Indomanutd Medan sudah ada, yaitu jauh sebelum reborn-nya Indomanutd. Namun, karena sempat vakum, Indomanutd Medan jadi tidak terdengar kabarnya. Dari sejak awal berdiri (kembali) sampai detik saya menulis ini, saya belum menemukan founder Indomanutd Medan sebelumnya.
Mari, saya kisahkan dibalik tanggal 26 April 2008.
Tanggal tersebut merupakan tanggal nonton bareng pertama kali Indomanutd Medan, tepatnya melawan Chelsea. Nonbarnya pun tidak sengaja. Berawal tiga hari sebelumnya, saya diinfokan oleh moderator forum Indomanutd, mas @anggot, bahwa salah satu stasiun radio Medan menghubunginya karena membutuhkan fans United untuk on air bersama perwakilan dari komunitas Chelsea, CISC Medan. Karena Medan saat itu hanya saya dan Eric, jadilah kami berdua yang menjadi perwakilan Indomanutd.
Dari info Mas Anggot juga, bahwa CISC Medan mengundang Indomanutd regional Medan untuk nonton bareng big match tersebut. Waduh, saya bingung. Lah massa-nya belum ada, bagaimana bisa? Maka sehari sebelumnya, saya berinisiatif untuk membuat selebaran sederhana demi mengundang fans MU. Sehari sebelum laga, saya sebarkan selebaran itu. Mengapa sederhana? Karena saya sama sekali tidak bisa desain! Masa bodoh, yang penting bisa banyak bawa massa ke nonbarnya.
Keesokan harinya, di Sabtu siang, saya dan Eric pun berkesempatan on air. Sekitar satu jam, kami langsung berpisah supaya bisa menyiapkan diri untuk nonbar di malam hari.
Indomanutd Medan saat ini
Saya tiba di lokasi nonbar, Ball’s Coffee (yang kemudian menjadi homebase pertama), sekitar jam 6 sore. Sementara kick off-nya jam 18.40 WIB. Saya sedikit panik, karena venue sudah penuh dengan massa Chelsea. Saya pun bingung, kok gak ada tempat buat Indomanutd (MU), seperti yang sudah dijanjikan oleh CISC. Dan di luar Ball’s Coffee, banyak fans MU hanya bisa berdiri, tidak kebagian tempat. Saya masih kebingungan, sementara Eric belum muncul juga dan pihak CISC yang saya temui di stasiun radio juga tidak terlihat batang hidungnya.
Akhirnya saya memberanikan diri ngomong sama pihak Ball’s Coffee untuk menyediakan tempat. Setelah mereka koordinasikan dengan pihak CISC, akhirnya mereka sediakan 5 kursi buat Indomanutd.
Ketika pertandingan dimulai, jujur saya tidak konsen ke pertandingan. Mata saya malah nyalang ke penjuru Ball’s Coffee, mencari orang-orang yang datang nonbar memakai jersey MU. Hanya sedikit sekali, karena banyak fans MU memilih untuk nonton di tempat lain karena tidak dapat tempat. Mata saya menangkap beberapa orang dan saya bertekad ngajak kenalan saat istirahat babak pertama.
Orang pertama yang saya ajak kenalan, Bang Rudy @roody_rooney. Dia langsung excited dan menerima ajakan saya untuk membentuk Indomanutd Medan. Katanya, sudah lama dia mencari fanbase MU di Medan. Dan sampai saat ini, Bang Rudy masih tetap setia dan semangat mengibarkan bendera Indomanutd di kota Medan. Thanks, Bang! :)
Malam itu, MU harus takluk oleh Chelsea 1-2. Tapi saya malah senang luar biasa, karena saya bisa menemukan orang-orang yang semangat membentuk Indomanutd Medan. Total 3 orang yang berhasil saya ajak. Not bad untuk sosok yang (dulu) pemalu seperti saya.
Mulai dari hari bersejarah itu, Indomanutd Medan semakin berkembang. Perjalanannya? Wah berliku, penuh batu deh. Karena bukan hanya orang-orang yang semangat penuh, namun juga yang semangatnya setengah saya temui. Selain itu, perbedaan visi dan misi serta komitmen pernah menjadi sandungan. Malah di tahun 2010, Indomanutd Medan sempat sepi banget karena para pengurusnya semua sibuk dengan urusan masing-masing, atau Bang Rudy yang harus istirahat total karena sakit yang cukup serius.
Problem lain yang datang, kami kehilangan homebase, seiring tutupnya Ball’s Coffee. Lokasi nonbar yang tentative dan sering berlokasi tidak strategis membuat nonbar semakin sepi. Wah, hopeless banget saya.
Untungnya, di tengah vakumnya Bang Rudy, saya masih punya Bang Dika, yang di sela-sela kesibukan mau menyempatkan diri untuk mencari venue. Bang Dika juga memanfaatkan koneksinya untuk promosikan Indomanutd ke media, seperti yang awal-awal saya lakukan.
Dulu trio maut. hihihi...
Tuhan baik. Kami dikirimkan ‘bala bantuan’ dari sosok asier @deghost23_asier. Doi sebenernya member Indomanutd Semarang. Tapi karena dia mengambil kuliah kedokterannya di Medan, walhasil saya langsung minta bantuannya. Kebaikan Tuhan datang lagi, saat saya berhasil nego dengan sebuah resto yang baru buka di kawasan strategis Setiabudi. Mereka bersedia menyediakan fasilitas nonbar, sementara kami bantu promosi terselubung di media lewat event-event nonbar. Indomanutd Medan mendapat ‘rumah’ kembali. Indomanutd Medan kembali ramai.
Juni 2011, saya memutuskan pindah ke Jakarta, dua bulan setelah saya menyandang gelar sarjana. Indomanutd Medan memang destiny saya. Bahkan tanggal wisuda saya saja juga barengan dengan ultah Indomanutd Medan. Keren kan? Hihihi…
Meski saya tidak menjadi pengurus lagi, tapi selamanya Indomanutd Medan tetap di hati. Lewat para anggotanya, pribadi dan pengalaman saya banyak dibentuk. Dari sosok yang tidak percaya diri, menjadi sosok kelewat pede. Hahahaha…
Saya menemukan keluarga bersama mereka. Saya menemukan semangat untuk menjadi lebih baik bersama mereka. Saya menemukan arti precious bersama mereka.
Bukan saya saja yang mengalami perubahan, tapi juga para anggotanya. Misalnya, istri Bang Rudy, kak Rosy @rosyhtgalung. Sebelum mengenal Indomanutd Medan, doi sama sekali gak ngefans MU. Ehh.. karena sering nonbar bareng suami, malah jatuh cinta. Sampai detik ini tetap setia sebagai bendahara. Hihihi…
Melihat perkembangan sekarang, saya senang banget. Salut buat semua pengurusnya yang semakin semangat. Dan saya percaya, dengan ketuanya sekarang, si tison @yudha_tison, Indomanutd Medan akan terus berkembang. Dan seterusnya, bukan cuma tahun keempat, tapi akan terus ada tahun kelima, keenam, kesepuluh, keduapuluh….
Sekali lagi, happy birthday @indomanutd_mdn. Semoga para anggotanya semakin merasakan kekeluargaan Indomanutd, sehingga semangat dan kecintaan tidak akan lekang oleh waktu.

Selasa, 13 Maret 2012

I Call Them “FAMILY”

 Ini GathNas pertama tahun 2009 di Jakarta. Niatnya untuk nyambut MU ke Indonesia, eh ternyata :(

            Keluarga. Gue yakin setiap orang punya definisi masing-masing tentang keluarga. Begitu juga gue. Sebelum gue menjelaskan arti keluarga menurut gue, gue ingin memperkenalkan kalian dengan keluarga gue lebih dekat. Mereka adalah IndoManUtd.
Buat yang belum tau, IndoManUtd adalah komunitas fans Manchester United di Indonesia. Bisa dibilang sebagai wadah para pecinta Setan Merah Inggris bertukar pikiran dan sebagainya.
Pertama kali gue mengenal mereka secara online alias dunia maya. Saat itu, pertengahan Mei 2007, gue yang sedang menanam benih cinta terhadap MU (‘berselingkuh’ dari Juventus, klub bola pertama yang gue cinta). Iseng search di om gugel tentang MU, ehh pencarian teratasnya situs: www.indomanutd.org yang merupakan website forum IndoManUtd ini. Tanpa ragu, gue regis jadi member. Free, jadi ga sulit daftarnya (sekalian promosi :D)
Sayangnya, saat itu gue masih gaptek maksimal, parah abis. Gue gak ngerti cara posting di forum. Walhasil, gue diemin aja berhari-hari. Suatu kali, gue iseng buka forum lagi pada tanggal 30 Mei 2007, dua hari setelah gue ulang tahun. Gue kaget melihat ada dua private messages dari sesepuh IndoManUtd, Oom Sam, dan salah satu abang gue, @treychan, yang isinya sama, ngucapin selamat ulang tahun. Berhubung gue sensitif banget (:D), gue jadi terharu dan saat itu juga bertekad harus posting! Setelah baca aturan forum, bolak-bolak obrak-abrik ntu forum, sukseslah gue posting dan akhirnya bisa :D
Dan, kalian tau, gue jadi kecanduan morum. Parah, bisa berjam-jam di warnet ‘hanya’ ingin berkomunikasi dengan mereka yang berasal dari penjuru Indonesia. Bisa kayak orang gila karena nahan ketawa sendirian.
Jujur, pada awalnya gue ga ngarepin lebih join dunia maya begini. Tujuan gue bergabung saat itu hanya ingin mengetahui tentang MU lebih jauh, gak kepikiran untuk cari temen. Karena itu gue hide contact details, seperti Yahoo Messenger dan sebagainya. Makanya, banyak yang ngira gue misterius saat itu. Hihihi…


 GathNas ke-2 tahun 2010 di Jogja

            Singkat cerita, ternyata banyak hal yang bisa gue dapetin dari mereka. Bukan hanya sekedar ilmu tentang MU, ilmu berdebat dengan sehat. Bukan. Ternyata yang gue dapetin jauh lebih baik dari yang gue harapkan sebelumnya: keluarga.
Menemukan teman? Ahh.. biasa. Tapi, dengan IndoManUtd, bukan hanya teman dan sahabat, gue menemukan abang-abang yang tidak pernah gue punya, serta Kakak-Kakak. Gue ga pernah ngebayangin sebelumnya, bahwa dipanggil “Adek” itu bermakna banget :’)
Entah mereka sadari atau tidak betapa besarnya peran mereka dalam hidup gue. Gue yang pernah punya masalah bergaul dengan yang lebih tua, sekarang sudah punya keberanian karena mereka (yah, walaupun terkadang masih ada ‘kaku’ nya juga :D). Minder memang pernah menjadi duri dalam hidup gue; tidak pernah percaya diri dengan apa yang gue miliki, penolakan yang sering gue terima menjadi hal-hal yang membentuk gue menjadi pribadi yang tidak PeDe. Tapi, berkat mereka, gue berhasil mencabut duri itu. Mereka sukses membuat gue bangga atas diri gue sendiri dan semakin percaya untuk “Be Myself”.
Sampai kapanpun gue gak akan bisa membayar ini dengan lunas. Hanya terima kasih dari lubuk hati yang terdalam yang bisa gue berikan.
Gue mengenal mereka dari SMA kelas 3 akhir sampat saat ini, udah bekerja. Suatu proses hidup yang gak nyangka bisa gue lalui. Jadi gak heran, timbul keinginan gue untuk membuat mereka bangga sebagaimana yang gue cita-citakan demi keluarga sedarah. Contoh, ketika gue mau sidang sampai akhirnya jadi sarjana, April 2011 yang lalu. Detik-detik gue sidang aja sampai gue nge-twit mulu, demi mendapat dukungan penuh dari mereka. Dan “caper” gue juga sampai ke pas wisuda, dimana gue ngetwit foto pake kebaya + toga. Di benak gue saat itu, mereka bangga kah? Dan, melihat respon dari twit-twit gue saat itu, gue yakin mereka bangga. Semoga.
Yah, yang namanya keluarga, pasti juga ada cekcoknya. Dan gue pernah beberapa kali rebut dengan beberapa anak IndoManUtd :D. Tapi, yang namanya keluarga, pasti ada yang menengahi. Pernah, pas lagi slek dengan siapaaa gitu, udah lupa :D, salah satu abang gue @donnosee, biasa dipanggil abah sama IndoManUtd, bela-belain nelepon supaya gue kalem dan jangan marah lagi. Dan yang teranyar, berantem ampe diem-dieman berbulan-bulan sama abang gue lainnya, @7abrik. Heboh nih, hihihihihi. Tapi, yah baikan lagi :D


            GathNas ke-3 tahun 2011 di Malang
           Bersama IndoManUtd, gue banyak belajar tentang hidup. Selain yang gue sebutkan sebelumnya, gue belajar bagaimana menghargai apa yang gue punya, menghargai suatu hubungan. Contoh, saat National Gathering, momen dimana IndoManUtd se-Indonesia ngumpul setahun sekali, saling melepas rindu (deileehh). Ketika berpisah, rasanya sedih banget dan mikir apa bisa ketemu lagi tahun berikutnya? Karena itu, layaknya orang pacaran, gue berusaha keep in touch dengan mereka, menghargai karena gak mau kehilangan mereka.
Gue pernah bilang di postingan gue sebelumnya, family can’t be determined by blood. Kenapa? Karena bagi gue, keluarga itu orang-orang yang bukan hanya memberikan gue kenyamanan di saat bersama dengan mereka, tapi juga mampu menimbulkan perasaan rindu dan takut kehilangan. Dan, hal-hal ini gue temukan bersama IndoManUtd.
Tepat, hari ini, 13 Maret 2012, IndoManUtd ulang tahun yang ke-12. Happy birthday buat kita semua. Gue cuma berharap rasa kekeluargaan ini masih bisa dirasakan sampai Semesta memanggil kembali kepada-Nya. Semoga gue bisa bikin IndoManUtd bangga (lagi) suatu saat nanti. Sekali lagi, terima kasih karena ‘bersedia’ menjadi bagian dari hidup gue. I do love you so much, guuuyyssss…. *cipokkinsatupersatuampebibirjeber*

Kamis, 08 Desember 2011

Man United, Love and Life


Seharian ini kesabaran gue cukup teruji oleh ejekan-ejekan tentang United, baik di twitter, status bbm, bahkan temen-temen di kantor. Para ABU (Asal Bukan United) jelas sedang berpesta hari ini.

Well, that's one of the reasons why I love football so much. It's hard to find this kind of situation in other sports. Ya iya sih. Secara bola emang olahraga paling terkenal seantero bumi, jelas passion-nya lebih menggebu-gebu dibandingkan cabang olahraga lain.

Kembali ke persoalan United. Tidak lolosnya Setan Merah ke fase knockout UCL semakin memperjelas betapa buruknya performa dan mental tim sejak diremuk redamkan rival sekota, man city di Old Trafford. United gue kehilangan jati diri. United gue kehilangan fokus. Tapi yang lebih parah, United gue kehilangan mental juara.

(backsound: Ayu Ting Ting. Dimanaaaa... dimanaaa... dimanaaaa... mentalnyaaa dimana... dimanaaa...)

Berikut statistik performa MU sejak dipermalukan si tetangga berisik.

Match
Skor
Aldershot FC vs Man United
0-3
Everton vs Man United
0-1
Man United vs Otelul Galati
2-0
Man United vs Sunderland
1-0
Swansea City vs Man United
0-1
Man United vs Benfica
2-2
Man United vs Newcastle
1-1
Man United vs Crystal Palace
1-1
Basel vs Man United
2-1
Yang gue bold means: hard to accept it happened… *tertunduklesu*

Statistik di atas menjelaskan juga, selain sulit mendapatkan kemanangan, United juga sulit mencetak gol. 1 goal / match! Irit banget. Sampai-sampai United gue sekarang dijulukin “One-Goal FC” Bandingin di awal musim, United rajin banget nyetak gol. Atau mungkin sengaja nyetak gol banyak biar “dianggap” nabung untuk nutup gol-gol minim di pertandingan lain? (plaakk.. kena tampol)

Yang lebih bikin stres adalah, rentetan pemain United yang kudu berkutat dengan cedera. Dari mulai Cleverley, Anderson, trus Chicharito, ehh tadi nambah Vidic… *pijet-pijetkepala*

*Backsound, lagu Alm. Chrisye. Badai (cedera) pasti berlaluuuuuuu…*

Sekarang gue lagi ga mau sok pinter, ngebahas apa yang harus United gue lakukan demi kembali ke jalur yang benar. Gue saat ini hanya ingin melihat sisi positif yang bisa gue ambil dari kekalahan United ini, berkat salah seorang temen gue, Darwin, yang nge-bbm gue tadi pagi menanggapi kekalahan United:

Aq udah menyiapkan diri klo musim ini MU ga dapat title sama sekali
Setelah gue piker-pikir, gue setuju yang dibilang temen gue ini. Bukannya langsung pengen nyerah aja, tapi gue memang mempercayai bahwa segala hal di dunia ini ga ada yang abadi. Hidup memang seperti roda yang berputar, kadang di atas kadang di bawah, kadang terus merasakan kemenangan, kadang kudu merasakan kekalahan. Semua agar kita tidak terlalu jumawa dengan apa yang kita peroleh.

United juga pernah berkali-kali mengalami tahun-tahun yang seret akan gelar. Beberapa tahun belakangan ini, United mengalami kejayaan kembali sehingga bermunculan fans-fans United yang kelewat membanggakan United. Momen ini tepat untuk buktiin ke para fans, apa kalian tetap mendukung United atau mencari klub lain yang sepertinya bakal meraih kejayaan musim ini atau bahasa Batak-nya itu: Glory Hunter?

Sir Alex, dalam wawancara menanggapi ketidaklolosan United ini, beropini bahwa para pemain muda (Class of 2011) butuh untuk mengalami kegagalan dan membiasakan diri mereka untuk merasakan itu supaya tidak terlalu jumawa karena sering menang.

Baik fans bola ataupun tidak, ada yang bisa dipetik disini. Kadangkala di balik kesuksesan yang kita dapat saat ini, kita butuh untuk merasakan kegagalan supaya kita ga sombong dan kembali tersadar dimana posisi kita sebelum kesuksesan itu datang. Kalo yang belum merasakan sukses, nikmati aja kegagalan yang kita alami. Stay focus, keep moving on, & find the winning mentality. 

Ahh... This is another reason why I love football so much. It teaches us about life, doesn't it? ;)

PS: Buat fans MU disana, tetep semangat & believe we're gonna bounce back!
PSS (apa pulak maksudnya): To all ABU, enjoy the day. Kalian membuat hidupku bermakna. Lumayan loh ngetes kesabaran :p